Pedagang Pasar Seken Batam Meratap, Dagangan Habis Dilalap Api

Berharap Bantuan dari Pemerintah untuk Melanjutkan Usaha

DENGAN mata memerah menahan air mata. Perasaan gelisah bercampur aduk. Parti, perempuan 43 tahun itu hanya bisa pasrah melihat kios dan seluruh dagangannya hangus dalam kebakaran di Pasar Seken Taman Raya Square (Taras), Kamis (23/4/2020) pagi.

Patri yang mendapat kabar kebakaran di lapaknya, bergegas menuju lokasi bersama anak bungsunya. Menggunakan kendaraan roda dua, perasaan khawatir akan seluruh barang dagangan menemani di sepanjang perjalanan.

“Cuma sekira 10 menit kami sudah sampai di lokasi,” ucap Patri, memandang dagangannya dari kejauhan.

Patri yang hanya menggantungkan kebutuhan hidupnya dari berjualan pakaian seken sejak satu tahun terakhir kini hanya bisa meratap. Di pinggir area kios yang terbakar, setelah tidak bisa menyelamatkan satu potong pun dagangannya. Semuanya telah hangus menjadi tumpukan arang di bawah kios yang telah rata dengan tanah.

Dengan getir didekati kios yang disewanya itu. Sudah ambruk. Hanya sekadar mencari dan memastikan apa masih dagangan yang layak jual. Tetapi langkahnya itu pun terhenti, tatkala terdengar seruan petugas jaga untuk menjauhi lokasi kebakaran.

“Mohon Ibu-Bapak yang tidak berkepentingan, agar tidak melewati garis polisi dan mendekati area kebakaran,” imbau seorang petugas menggunakan pengeras suara dari kejauhan.

Pedagang yang masih bisa menyelamatkan barangnya dalam peristiwa kebakaran di Taras. (Agung Maputra/intren.id)

 

Parti pasrah. Ibu tiga orang anak itu lantas bertutur, betapa usahanya terus mengalami penurunan. Khususnya sejak Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah masuk ke wilayah Batam sejak beberapa bulan ini. Apalagi kini semuanya sudah habis dilalap si jago merah.

Dalam beberapa bulan sebelumnya, warga Bunga Raya ini ini bisa mendapat penghasilan hingga Rp 150 ribu dalam sehari. Penghasilan itu tentu cukup membantu kebutuhan ekonominya. Namun, semenjak ada virus corona, penghasilan yang dibawa pulang paling banyak Rp 30 ribu per hari.

“Kondisi ini sangat berpengaruh kepada kami, para pedagang yang hanya menggantungkan kebutuhan hidup dari berjualan,” kisah Parti.

Karenanya Parti mengharapkan ada bantuan dari pemerintah. Karena menurutnya akan sangat sulit bangkit kembali setelah peristiwa tersebut. Ditambah lagi pandemi Covid-19 sangat melemahkan ekonomi di Batam.

“Saya baru berjualan satu bulan terakhir, setelah tiga bulan lalu menutup kegiatan berjalan karena jumlah pembeli yang menurun drastis. Dan saya juga baru membeli beberapa karung pakaian, tapi semua telah hangus dan tak ada yang bisa diselamatkan,” keluhnya.

Kata Parti, kawasan tersebut memiliki tingkat pengamanan yang sangat rendah. Yang bisa jadi memunculkan korsleting listrik yang menjadi penyebab utama kebakaran. Hal tersebut menurutnya terjadi beberapa kali dalam waktu belakangan ini.

- ADVERTISEMENT -

“Kejadian korsleting listrik ini memang sering terjadi. Beberapa kali (korsleting) sebelumnya masih bisa ditangani. Karena kejadiannya pada saat kios dalam keadaan buka,” sebut Parti.

Tetapi peristiwa kali ini yang menghanguskan ratusan kios pakaian bekas tersebut terjadi pada pagi hari. Kondisin seluruh kios tersebut dalam keadaan tutup. Sehingga kurang pengawasan dari masing-masing pemilik kios.

Untuk itu ke depan dia berharap pihak pengelola untuk bisa lebih memperhatikan dan meningkatkan pengamanan. Agar kejadian serupa bisa terhindar atau tertangani lebih cepat.

Pedagang mengais sisa barang dagangannya yang telah hangus terbakar. (Agung Maputra/intren.id)

 

Sementara itu Camat Batam Kota Aditya menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan kepada para korban. Untuk menentukan apakah adanya posko tambahan serta bahan pangan.

“Jika ada korban yang bertempat tinggal di lokasi kebakaran, maka akan kami tampung sementara di posko yang telah disiapkan dari Tagana Dinas Sosial Batam. Untuk data seluruh korban, masih kami lakukan penyinkronan. Untuk langkah pemeriksa bantuan lanjutan dari Pemko Batam,” urai Aditya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Dedy Suryadi menyampaikan, tidak ada bantuan khusus yang akan diberikan dari pihaknya. Karena para pemilik kios tersebut tidak tinggal di lokasi kebakaran.

“Bantuan tersebut baru akan diberikan, apabila tempat tinggal dari korban terkena dampaknya,” ungkapnya.

Meski begitu, para anggota Tagana dari Dinsos telah standby di lokasi. Juga telah mendirikan posko pengungsian yang bisa digunakan oleh para Korban dalam beberapa hari ke depan.

Kebakaran itu sendiri terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, si jago merah sudah melalap seluruh kios tersebut. Beberapa unit pemadaman kebakaran dari Pemko Batam, BP Batam dan juga watercanon milik Polresta Barelang telah diterjunkan dan masih membutuhkan waktu hingga beberapa jam untuk menjinakkan api tersebut.

Belum di ketahui secara pasti jumlah kerugian yang dialami dalam peristiwa nahas tersebut. Tetapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.