Pecandu Narkoba Tidak Bisa Sembuh Total Meski Sudah Rehabilitasi, Ini Penjelasan BNN

INTREN.ID, JAKARTA – Jangan sekali-kali menyentuh atau menggunakan narkoba. Karena sekali kecanduan, akan sulit untuk bisa sembuh total sekalipun sudah direhabilitasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Pudjo Hartono. Dia menyebut, kondisi orang yang pernah menjadi pecandu narkoba sejatinya tidak bisa sembuh total meski sudah menjalani rehabilitasi.

“Kalau orang sudah makai (narkoba), mana bisa (sembuh) 100 persen? Kan sebagian sarafnya sudah rusak,” tutur Sulistyo, Sabtu (11/7/2020).

Dalam hal ini pecandu narkoba diibaratkan seperti rumah yang pernah dihantam palu besar. Tumah itu tidak akan mampu pulih 100 persen walaupun telah disemen dan upaya renovasi lainnya. Lantaran bekas pukulan palu berefek pada konstruksinya.

“Artinya orang yang pernah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba tidak akan bisa pulih atau normal kembali 100 persen, sebagaimana orang yang belum pernah tersentuh narkoba,” beber Sulistyo.

Kata dia, penyalahgunaan narkoba meninggalkan dampak yang merugikan pada kesehatan tubuh, khususnya pada otak. Malahan banyak mereka yang berhenti menjadi pecandu narkoba, tetapi kemudian kembali terjerat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Sulistyo mengungkap, banyak pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi pengobatan untuk menjadi manusia normal. Tetapi hal itu tidak serta merta menjadikannya seperti orang yang tidak pernah bersentuhan dengan narkoba sebelumnya.

“Banyak juga orang yang sudah makai (terus) makai lagi. Makanya sayangi otak kita,” pesannya.

Sulistyo mengakui bila penyalahgunaan narkoba sebagai kejahatan memang tidak akan pernah bisa diberantas habis selama dunia ini ada. Sehingga dia mengingatkan seluruh kalangan masyarakat, khususnya generasi muda untuk jangan pernah sekalipun mencoba barang haram tersebut karena sangat berbahaya.

Masyarakat diajak menjauhi dan ikut serta memerangi narkoba. Lantaran obat-obatan terlarang itu bisa merusak masa depan generasi muda bangsa. Apabila sudah kecanduan, akan sulit untuk bisa kembali normal. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.