PDI Perjuangan Godok Tiga Nama untuk Wakil Wali Kota Balikpapan, Termasuk Istri Thohari Aziz

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Siapa yang akan mengisi kursi Wakil Wali Kota Balikpapan mendatang masih tanda tanya. Sebelumnya, wakil wali kota terpilih, Thohari Aziz meninggal dunia sebelum dilantik mendampingi Rahmad Mas’ud.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin mengatakan, saat ini partainya tengah menyaring nama-nama kader internal untuk menggantikan Thohari. Hanya saja, untuk penentuan nama-nama itu menunggu pelantikan Rahmad sebagai wali kota.

“Kita tunggu dulu kapan dilantiknya Pak Rahmad. Setelah pelantikan Pak Rahmad, kita usulkan ke Pak Rahmad (nama calon pendampingnya, Red.). Nantinya Pak Rahmad akan mengajukan dua nama ke DPRD,” kata anggota DPR RI Dapil Kaltim itu.

Kapolda Kaltim 2015-2018 mengakui, manuver politik dalam mengisi kekosongan kursi wakil wali kota bisa saja terjadi. Namun dia kembali menegaskan bahwa, itu adalah hak banteng. Pasalnya, Thohari yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan sudah berjuang habis-habisan untuk memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Manuver dalam politik itu pasti ada. Saya pikir kita ini kan, berpolitik dengan punya hati nurani dan punya etika. Semua masyarakat Balikpapan tahu, yang berjuang habis-habisan Pak Thohari. Masa partai lain yang mau ambil. Itu orang yang tidak beragama. Tidak punya hati nurani,” tegasnya.

Terkait nama, sambung Safaruddin, masih dalam proses. Dia menyebut, ada tiga nama yang sedang digodok untuk disorong menjadi pengganti Thohari yang tutup usia. Bahkan, salah satunya adalah istri mendiang Thohari, Risti Utami Dewi Nataris.

“Saya lagi proses kader internal PDI Perjuangan, termasuk istri Pak Thohari. Ada beberapa kader yang disiapkan oleh PDI Perjuangan. Nanti kita akan bicara dengan Pak Rahmad. Saya kira Pak Rahmad tahu, yang berjuang siapa,” tegasnya.

Safaruddin kembali menegaskan, bagaimana perjuangan Thohari hingga pasangan Rahmad-Thohari memenangkan pilkada.

“Kan kasihan. Bayangkan saja, Pak Thohari itu tinggal dilantik. Terus ada orang lain yang langsung menduduki, itu namanya menzalimi. Ketika Anda menzalimi, maka tunggulah azab Tuhan akan turun,” tegasnya.

Diberitakan, Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, Thohari Aziz meninggal dunia sekira pukul 17.30 Wita di RS Pertamina Balikpapan (RSPB), Rabu (27/1/2021).

Kabar duka tersebut segera menyebar ke seluruh masyarakat Kota Balikpapan. Jenazah Thohari dikebumikan sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) terpadu kilometer 15, Balikpapan Utara Bakda Isya.

Direktur RS Pertamina Balikpapan, dr M N Khairuddin SpB menjelaskan sekilas riwayat singkat perjalanan medis Thohazi. Dia menjelaskan, pada tanggal 15 Januari 2020, Thohari masuk rumah sakit dengan keluhan demam, nyeri telan, dan batuk dengan saturasi pernapasan yang baik sebesar 97 persen.

“Di tanggal yang sama setelah melakukan Swap PCR test, dinyatakan beliau terkonfirmasi Covid-19. Selama delapan hari menjalani perawatan, kondisi beliau masih stabil,” katanya.

Lalu, pada tanggal 22 Januari 2021 malam, Thohari mengeluh sesak napas dan ditindaklanjuti dengan memeriksa saturasi pernapasan dengan hasilnya hanya 94-95 persen. Dengan turunnya saturasi pernapasan, maka Thohari ditindaklanjuti ke ruang ICU.

“Pada saat di ruang ICU, kondisi beliau cenderung turun naik, alat bantu pernapasan sudah digunakan, termasuk injeksi stem cell, akan tetapi Allah berhendak lain, dan beliau telah tenang di sisi-Nya,” katanya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.