Patroli KPLP Kejar dan Tangkap Dua Kapal Tiongkok yang Diduga Human Trafficking

INTREN.ID, BATAM – Kapal patroli RI berhasil menghentikan pergerakan pelaku tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking. Adalah Kapal Patroli KN Kalimasadha P-155 dan KN Sarotama P-112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melakukan pengejaran terhadap kapal ikan Tiongkok MV Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118.

Dua kapal itu diduga melakukan tindak pidana human trafficking dan didapati juga menyimpan jenazah anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia dalam lemari pendinginnya. Selanjutnya, Ditjen Hubla Kemenhub menyerahkan penanganannya lebih lanjut kepada pihak TNI AL dan Kepolisian.

“Keberhasilan kedua kapal patroli milik PLP Tanjung Uban dalam menghentikan kapal ikan tersebut tentunya patut diapresiasi. Namun, kami semua tahu bahwa apresiasi, pujian juga penghargaan bukanlah tujuan utama mereka dalam melakukan hal tersebut,” tulis keterangan resmi Ditjen Hubla, Jumat (10/7/2020).

Ditjen Hubla menyebut, memaknai “bekerja dengan hati” dengan tulus menjadi penyemangat bagi mereka yang dituangkan dalam setiap tindakan. Ketika terus menjalankan tugas tanpa pamrih dan penuh pengorbanan untuk bangsa dan negara Indonesia.

- ADVERTISEMENT -

“Kita tidak bisa membuat dunia ini semakin terang dengan memadamkan cahaya orang lain sehingga perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk bersatu dan bersinergi bersama instansi lainnya,” sambung Ditjen Hubla.

Dalam hal ini Ditjen Hubla tidak perlu menjelaskan apa yang telah dilakukan para petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk bangsa ini. Diibaratkan seperti langit yang tidak pernah menjelaskan bahwa dirinya begitu tinggi. Seperti pelangi yang tak perlu menjelaskan bahwa dirinya begitu indah. Tetaplah bersinar seperti matahari yang selalu setia menyinari dunia.

“Selamat bekerja untuk seluruh para petugas KPLP dalam memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di Indonesia, tanpa pamrih dan tidak perlu mengharapkan apresiasi apalagi publikasi. Semua itu, semata-mata untuk NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” beber Ditjen Hubla. (***)

 

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.