Pasien Sembuh Terus Bertambah, Pemerintah Perbanyak Lab Uji

Puluhan Ribu Spesimen Kasus Sudah Diperiksa dengan PCR

INTREN.ID, JAKARTA – Jumlah pasien virus corona baru (Covid-19) yang sembuh terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 melaporkan, per Jumat (17/4/2020) terdapat 59 tambahan pasien sembuh. Sehingga total kini sudah 607 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Kita bersyukur pasien yang sembuh terus bertambah dan ke depan kita yakin akan terus bertambah,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat.

Meski demikian, angka kasus positif Covid-19 juga terus bertambah. Kini totalnya menjadi 5.923 kasus di seluruh Indonesia.

Diketahui ada penambahan kasus positif baru sebanyak 407 kasus. Serta ada penambahan 24 pasien yang meninggal dunia sehingga total meninggal sebanyak 520 orang.

DKI Jakarta melaporkan 154 kasus baru. Sehingga totalnya mencapai 2.815 kasus positif dengan 204 pasien berhasil sembuh dan 246 pasien meninggal dunia.

Dengan angka tersebut, Jakarta masih menjadi episentrum wabah Covid-19 di Indonesia. Disusul oleh Jawa Barat dengan 58 kasus baru, sehingga akumulasi menjadi 632 kasus.

- ADVERTISEMENT -

Yurianto menyatakan, hingga kini sudah ada 34 laboratorium di seluruh Indonesia yang difungsikan untuk pengujian sampel virus corona jenis baru. Dalam waktu dekat pemerintah akan menambah lagi dan memperluas penyebaran laboratorium uji.

Pengujian sampel di laboratorium tersebut menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Metode ini disebut sebagai tes paling efektif untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus corona atau tidak, dibandingkan dengan tes cepat atau rapid test.

Jumlah spesimen kasus yang diperiksa sampai hari ini sebanyak 37.134 orang. Hasil 5.923 orang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona, sedangkan 31.211 orang lainnya negatif.

“Sementara kewaspadaan kita terhadap orang dalam pemantauan (ODP), yang benar-benar harus diperhatikan mereka ada lebih dari 173 ribu orang,” sebut Yurianto.

Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan menunjukkan, secara rinci terdapat 173.732 ODP dan 12.610 pasien dalam pengawasan (PSP). Jumlah PDP itu nantinya akan menjadi prioritas untuk menjalani pemeriksaan dengan realtime PCR. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.