Pandemi Virus Corona Pangkas APBD Bontang, Jadi Segini

Diproyeksikan Melorot dari Rp 1,6 Triliun ke Rp 1,2 Triliun

INTREN.ID, BONTANG – Pandemi virus corona baru (Covid-19) ikut berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2020. APBD yang semula diasumsikan Rp 1,6 triliun, kini diproyeksikan melorot menjadi Rp 1,2 triliun.

Melorotnya APBD ini lantaran adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 400 miliar. Pemangkasan anggaran dilakukan sebagai akibat pandemi virus corona.

Mengacu Surat Keputusan Bersama Nomor 119/2813/SJ NOMOR 177/KMK.07/2020 terkait penyesuaian anggaran untuk penanganan Covid-19. Setiap daerah diwajibkan melakukan pemangkasan anggaran untuk pos belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Khusus untuk belanja barang, jasa dan belanja modal, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengintruksikan pemangkasan sebesar 50 persen.

“Ini APBD bisa-bisa sama seperti saya dilantik wali kota 2016 lalu,” kata Wali Kota Bontang, Neni Morniaeni.

Saat ini finalisasi penyesuaian APBD Bontang masih dibahas. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih menyeleksi sejumlah mata anggaran yang perlu dihemat. Namun dipetakan, rasionalisasi anggaran paling banyak akan menyentuh kegiatan fisik.

Neni sendiri ingin semua kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) difokuskan pada permasalahan Covid-19. Kegiatan OPD yang tidak mendesak, kata dia, diminta agar ditunda dan dialihkan dulu ke penanganan wabah saat ini.

“Karena fokus kita saat ini adalah menanggulangi Covid-19 serta mensupport tim medis dan warga terdampak Covid-19,” tukasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.