Pandemi Sebabkan Situasi Kian Tak Menentu, Pertumbuhan Ekonomi Sulit Diterawang

INTREN.ID, JAKARTA – Kondisi pandemi Covid-19 sangat mengganggu perekonomian global, termasuk menekan kondisi ekonomi di dalam negeri. Hal ini karena adanya batasan kegiatan masyarakat demi menekan penyebaran virus Corona.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjelaskan, di situasi saat ini memproyeksi atau memperkirakan pertumbuhan ekonomi adalah hal yang sulit.

“Memang sangat sulit proyeksi pertumbuhan ekonomi yang solid,” kata dia.

Dia mengungkapkan, banyak lembaga yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi dengan angka yang berbeda. Dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2020 memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran -0,4 persen hingga 1 persen.

“Kalaupun ada minus tidak banyak, hanya sedikit,” katanya.

Kemudian dari OECD -3,9 persen hingga – 2,8 persen. IMF -0,3 persen, World Bank 0 persen, ADB 1 persen dan Bloomberg 0,5 persen.

- ADVERTISEMENT -

Selanjutnya untuk tahun 2021 dari Kemenkeu memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI bisa positif 4,5 persen – 5,5 persen. IMF 6,1 persen, World Bank 4,8 persen, OECD 2,6 persen – 5,2 persen, ADB 5,3 persen dan Bloomberg 5,5 persen.

“Ini kan range-nya besar sekali dan merefleksikan sulitnya membuat proyeksi (pertumbuhan ekonomi) ke depan,” ujar dia.

Suahasil mengungkapkan, kondisi ini memaksa agar tahun 2020 ini terlewati dulu untuk bisa membuat proyeksi lebih baik.

“Ibaratnya lewati dulu tahun ini atau masa sekarang, membuat proyeksi ke depan itu tidak semudah yang dipikirkan,” jelasnya. (***)

Sumber: Wayout.id

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.