Padat Karya Tunai Dana Desa Sasar Pengangguran dan Kelompok Marginal

Bisa Mendapat Pekerjaan dengan Upah Dibayarkan Setiap Hari

INTREN.ID, JAKARTA – Pelaksanaan program Padat Karya Tunai dari Dana Desa menyasar anggota keluarga miskin, penganggur dan setengah penganggur serta masyarakat marginal lainnya. Kelompok-kelompok tersebut diupayakan bisa mendapat pekerjaan yang upahnya langsung dibayarkan setiap hari.

Hal ini diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Secara khusus Abdul diminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengawal program tersebut .

“Dengan begitu, mereka bisa langsung membelanjakan upah tersebut untuk kebutuhan kehidupannya dan keluarganya,” sebut Abdul Halim yang karib disapa Gus Menteri itu

Sesuai arahan Jokowi, sejumlah langkah konkret diambil. Di antaranya dengan mengeluarkan surat edaran perihal Pembinaan dan Pengendalian Dana Desa tahun anggaran 2020.

Edaran itu menyatakan, desa yang telah menerima penyaluran dana desa tahap pertama agar segera memanfaatkannya untuk kegiatan padat karya tunai. Pengelolaannya dilakukan secara swakelola.

Abdul meminta ada revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Yaitu bagi desa yang dananya belum cair dan tidak terdapat kegiatan dengan pola padat karya tunai. Sehingga bisa memasukkan dan menempatkan kegiatan dengan pola padat karya tunai pada tahap pertama.

- ADVERTISEMENT -

“Bagi desa yang belum menyelesaikan APBDes, harus segera menyelesaikan dan mencantumkan kegiatan dengan pola padat karya tunai pada tahap I paling lambat pada tanggal 31 Maret 2020,” bebernya.

Diuraikan, dana desa tahun 2020 berjumlah Rp 72 triliun. Dana itu disalurkan melalui tiga tahap. Tahap I sebesar 40 persen, tahap II 40 persen dan tahap III 20 persen. Untuk dana desa tahap pertama telah mulai dicairkan sejak Januari lalu.

Dikatakan Abdul, pihaknya bakal terus memantau dan mengawasi secara intensif penyaluran dan pemanfaatan dana desa. Pasalnya dana desa menjadi salah satu cara efektif memastikan desa tahan terhadap guncangan ekonomi global.

“Dana desa untuk padat karya tunai adalah solusi untuk menjaga daya tahan desa terhadap situasi ekonomi saat ini. Jika desa-desa situasi ekonominya stabil, maka situasi ekonomi nasional juga akan sangat terbantu. Karena mayoritas masyarakat kita ada di desa,” papar Abdul.

Kakak Muhaimin Iskandar ini menyebut penyaluran dana desa saat ini lebih cepat dan mudah dilaksanakan. Berbeda penyaluran dana desa di tahun-tahun sebelumnya, dana desa tahun ini tidak lagi melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Tetapi langsung dari Rekening Kas Umum Nasional (RKUN) ke rekening desa.

“Percepatan-percepatan seperti ini bertujuan agar desa dapat segera melaksanakan program dana desa yang sifatnya padat karya tunai. Makanya, dana desa tahap pertama harus digunakan untuk padat karya tunai,” tandas Abdul. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.