Pabrik Kaltim 5 Diduga Alami Malafungsi, Safaruddin Ingatkan Agar Pasokan Pupuk ke Masyarakat Tetap Terjaga

INTREN.ID, BONTANG – Penyebab ledakan di pabrik Kaltim 5 milik Pupuk Kaltim, Ahad (24/7/2022) masih diselidiki polisi. Dugaan sementara akibat malafungsi. Namun manajemen dan kepolisian memastikan bahwa ledakan tersebut tidak membahayakan masyarakat sekitar, khususnya di Kota Bontang.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengatakan, kasus tersebut harus diselidiki sampai tuntas. Sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi lokasinya tidak jauh dari permukiman.

“Penyelidikan memang harus dilakukan untuk mengetahui penyebab ledakan itu. Apakah ada kelalaian atau malafungsi seperti yang disampaikan. Penyampaian kepada masyarakat pun juga harus jelas,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu mengingatkan, pasokan pupuk ke masyarakat tidak boleh terganggu akibat kejadian itu. Baik itu pupuk subsidi maupun nonsubsidi. Menurutnya, keamanan stok pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri harus dipastikan.

“Pupuk Kaltim harus memastikan bahwa pasokan pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri aman. Jangan sampai, target kita untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan terganggu. Sehingga sektor pertanian terganggu,” tegas Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Diberitakan, terkait keamanan stok pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri, Pupuk Kaltim mencatat bahwa per 21 Juli 2022, PKT telah memproduksi urea sebanyak 1.873.674 ton dan memiliki stok pupuk urea subsidi di semua lini sebanyak 77.829 ton yang siap disalurkan. Jumlah itu 310 persen lebih banyak dari alokasi target stok pupuk yang ditetapkan. Selain itu terdapat stok urea nonsubsidi sebanyak 305.048 ton sebagai cadangan penyaluran pupuk subsidi di Lini 1. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.