Operazi Zebra Mahakam Digelar 14 Hari, Cegah Terjadinya Kecelakaan hingga Imbau Terapkan Protokol Kesehatan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Operasi lalu lintas bersandi Operasi Zebra Mahakam bakal digelar dua pekan, mulai 26 Oktober hingga 8 November mendatang. Operasi di tengah pandemi Covid-19 ini lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Kendati demikian, upaya represif tetap dilakukan untuk pelanggaran berat.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kaltim, Kombes Pol Singgamata mengatakan, operasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Masyarakat pun diimbau untuk lebih disiplin dalam mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara.

Ada tujuh pelanggaran yang disasar dalam Operasi Zebra Mahakam tahun ini. Di mana, pelanggaran yang dimaksud berpotensi menyebabkan lakalantas. Yakni meliputi:

  1. Tidak menggunakan helm,
  2. Melawan arus atau melanggar markah jalan,
  3. Menggunakan alat komunikasi saat berkendara,
  4. Melebihi batas kecepatan,
  5. Tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt),
  6. Belum cukup umur saat berkendara,
  7. Berkendara di bawah pengaruh alkohol

- ADVERTISEMENT -

“Sanksi bagi pelanggar tersebut mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, disiplin berlalu lintas harus ditegakkan,” tegas Singgamata.

Tak sekadar menertibkan pengendara, Korps Bhayangkara itu juga menekankan penerapan protokol kesehatan di Bumi Mulawarman. Pihaknya juga akan menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus beralias corona itu.

“Penerapan protokol kesehatan juga akan jadi fokus kami. Baik personel maupun masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi keramaian,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.