Obrolan Santai Bertajuk Cerita Politik, Ketika Irwan Ajak Diskusi Pakde Itonk soal Perpolitikan Lokal hingga Nasional

INTREN.ID, SANGATTA – Kontestasi politik jelang kenduri demokrasi 2024 mulai terasa mulai saat ini. Tidak hanya di kalangan elit saja, perpolitikan negeri ini juga tak luput dari pantauan masyarakat. Obrolan gayeng soal demokrasi merebak juga di warung kopi. Dari isu lokal hingga nasional. Dari kondisi daerah hingga pencalonan presiden.

Hal itu terungkap dalam siaran langsung yang ditayangkan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Irwan. Dalam video berdurasi 42 menit 33 detik tersebut, anggota DPR RI Dapil Kaltim itu tampak berbincang santai dengan pemilik Warkop Cethe Kopi Mak Tin Tulungagung Mbah Itonk, Sukatno atau yang karib disapa Pakde Itonk. Video itu di upload 25 Oktober pukul 23.41 Wita dan tayang di fanspage Irwan Fecho.

“Ilmu pengetahuan dan pengalaman tidak hanya didapat di menara, tapi bisa didapat di akar rumput yang menjalani kehidupan sehari-hari sebagai rakyat,” kata Irwan mengawali obrolannya tersebut. Tampak juga dalam video tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ordiansyah.

Pakde Itonk sudah belasan tahun tinggal di Sangatta, Kutim. Keluarganya ada di Jawa. “Orang tua saya terinspirasi dari Soekarno (Presiden ke-1 RI, Red.), sehingga diberi nama Sukatno,” kata Pakde Itonk, ketika ditanya Irwan perihal asal muasal namanya.

Pakde Itonk tak segan menceritakan soal kondisi Kutim, khususnya Sangatta sebagai ibu kota. Mulai dari kebersihan, banjir, estetika, hingga akses jalan dari dan menuju Kutim. Dia pun berharap agar Sangatta dapat ditata secara bertahap. “Apa yang diutarakan Pakde Itonk ini merupakan aspirasi, dan memang harus ditindaklanjuti,” kata Irwan.

Masuk ke kontestasi pemilihan presiden (pilpres), ternyata Pakde Itonk punya sudut pandang sendiri. Kontestasi mengerucut pada tiga pasang calon. “Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto-Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono,” tegas Pakde Itonk.

Dari nama-nama tersebut, Pakde Itonk menyoroti sosok pasangan Anies-AHY. Menurutnya, pasangan ini sangat potensial. “Kalau AHY, bapaknya (Susilo Bambang Yudhoyono, Red.) kan berjasa terhadap negara saat menjadi presiden 10 tahun. Kalau Anies, kan SDM (sumber daya manusia)-nya tinggi. Rektor lah,” katanya.

Tak hanya bicara pilpres, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutim pun tak lepas dari sorotan. Pakde Itonk memprediksi akan ada tiga poros, yakni PDI Perjuangan, Golkar, dan Demokrat. Tiga kandidat pun diperkirakan akan bertarung.

“PDI Perjuangan belum punya kandidat, Golkar mengusung Kasmidi Bulang, Demokrat Ordiansyah. PKS bisa saja mengusung Ardiansyah Sulaiman, jika bisa maju lagi di periode berikutnya,” katanya. Dia juga memprediksi, Demokrat akan menjadi pemenang di Kutim dengan tujuh kursi.

“Ini yang pertama dan saya pastikan ini bukan yang terakhir. Cerita politik ini natural saja. Saya tidak perlu narasumber yang elit, tapi kita banyak-banyak mendengar apa kata rakyat. Mereka enggak mungkin bohong. Mereka jujur. Kalau kejujuran mereka tidak perlu direspon berlebih. Karena kalau direspon berlebih, rakyat kepada siapa lagi berharap,” kata Irwan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.