Nihil Kasus Pasien Positif Corona, Status Bontang Masih Zona Oranye

INTREN.ID, BONTANG – Nihil dari pasien terpapar virus corona baru (Covid-19) nyatanya belum mengubah status zona Kota Bontang. Pasalnya saat ini Kota Taman masih berstatus zona oranye atau daerah dengan risiko sedang penularan Covid-19, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin.

Dia menjelaskan, berdasarkan penetapan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Pusat, peta zonasi risiko daerah dibagi menjadi beberapa zona. Zona hijau untuk daerah tidak terdampak dan tidak ada kasus, zona kuning untuk daerah risiko rendah, zona oranye untuk daerah risiko sedang, dan zona merah untuk daerah risiko tinggi.

“Zonasi risiko daerah diperbarui setiap pekan. Penetapan peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan scoring dan pembobotan,” kata Bahauddin.

Dia melanjutkan, adapun untuk pembagian peta zonasi risiko daerah menggunakan tiga indikator. Yaitu indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. (Selengkapnya lihat infografis).

Untuk itu Bahauddin berpesan, hal ini harus menjadi tugas bersama terus mengawal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Selalu menerapkan protokol kesehatan sehingga tetap bisa produktif dan aman selama masa pandemi Covid-19.

“Jika secara kolektif masyarakat sadar dan mampu melaksanakan protokol kesehatan ini dengan baik, maka tidak mustahil perubahan zona di Bontang berdasarkan risiko penularan bisa naik menjadi Zona Kuning (risiko rendah) atau bahkan Zona Hijau (tidak ada kasus),” pungkasnya. (***)

INFOGRAFIS

INDIKATOR EPIDEMIOLOGI:
1) Penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
2) Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
4) Penurunan jumlah meninggal kasus ODP dan PDP pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
5) Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
6) Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.
8) Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir.
9) Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk.
10) Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk.

INDIKATOR SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT
1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir.
2) Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa).

INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN
1) Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS.
2) Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS.

 

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.