- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

New Normal Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Nasional

INTREN.ID, JAKARTA – Tatanan kenormalan baru atau New Normal menjadi momentum tepat kebangkitan perekonomian nasional. Sebagaimana diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.

Agus menguraikan, purchasing manager index atau PMI Indonesia telah mengalami peningkatan. Dari Februari 50 persen, kemudian pada April 27 persen dan pada Mei sudah ada peningkatan di 28,6 persen. Hal tersebut menurut Agus menandakan New Normal sebagai waktu yang tepat untuk rebound.

“Pemerintah telah melakukan beberapa hal dengan memberikan stimulus untuk membangkitkan kembali aktivitas perdagangan. Yang selama dua sampai dengan tiga bulan ini mengalami penurunan sangat drastis,” ungkap Agus, Kamis (18/6/2020).

Memang diakui pendapatan pusat perbelanjaan terkena dampak signifikan atas pandemi virus corona baru (Covid-19). Dalam hal ini kondisinya tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Ini dikarenakan terdapat pengurangan kapasitas dari pusat perbelanjaan, termasuk juga rumah makan.

“Ini yang memang perlu kita sikapi dengan baik dan cepat bagaimana roda perekonomian ini tetap jalan,” terangnya.

- ADVERTISEMENT -

Kata Agus, terdapat lima fase pembukaan New Normal bidang perdagangan. Lima fase ini diharapkan bisa segera menggerakkan perekonomian rakyat khususnya pada sektor perdagangan.

Seluruh elemen di bidang perdagangan, sebut Agus, sekarang telah mulai bersiap. Dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah merencanakan exit strategy Covid-19 dengan membuka aktivitas perdagangan.

“Tahapan tersebut terdiri dari lima fase dengan persyaratan yang berbeda tergantung tingkat kerentanan terhadap potensi penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Diuraikan, exit strategy Covid-19 Kemendag meliputi pembukaan aktivitas perdagangan secara bertahap. Menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung. Termasuk penyusunan SOP di tempat-tempat kegiatan perdagangan.

“Setiap fase sangat tergantung pada kondisi daerah terkait parameter tingkat penularan Covid-19. Tingkat kedisiplinan masyarakat dan pelaku usaha, serta kesiapan tim evaluasi dan pengawasan yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 pusat dan daerah serta pemerintah daerah,” beber Agus. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.