NetApp Sederhanakan Operasi Hybrid Cloud, Lindungi Ancaman Ransomware dan Percepat Transisi Beban Kerja VMware ke Cloud

INTREN.ID, JAKARTA – NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan perangkat lunak data-centric berbasis cloud global, mengumumkan inovasi dan solusi berkelanjutan untuk menyediakan pengalaman yang disederhanakan bagi perusahaan dalam menggunakan, mengelola, mengamankan, dan memberikan fleksibilitas operasional dalam lingkungan multicloud hybrid mereka.

Kemampuan baru ini mencakup pengembangan perlindungan ransomware, penyimpanan cloud hybrid dalam satu kali berlangganan, manajemen terpadu dalam antarmuka pengguna tunggal, dan kolaborasi erat dengan VMware untuk membantu mentransisi beban kerja ke cloud.

Ketika perusahaan memperoleh layanan cloud publik untuk menambah pusat data lokal yang ada, infrastruktur gabungan ini menjadi lebih berbeda, tidak konsisten, dan terfragmentasi dari waktu ke waktu. Silo multicloud ini lebih kompleks untuk dikelola karena terkait dengan beberapa lingkungan yang berbeda.

Kini, NetApp menghadirkan pengalaman multicloud hybrid yang lebih terpadu dan konsisten, memungkinkan pelanggan untuk menjalankan dan mengelola satu platform yang terbentang dari lokal hingga cloud publik terbesar di dunia.

“Saat organisasi mengeksplorasi lingkungan multicloud hybrid, mereka ingin menghindari tantangan kompleksitas, keamanan, dan efisiensi biaya. Dengan penyederhanaan manajemen dan konsumsi NetApp, organisasi dapat menikmati peningkatan keamanan, pengelolaan, kecepatan operasi, dan penghematan biaya,” kata Senior Vice President of Cloud Volumes Services of NetApp, Ronen Schwartz kepada intren.id.

Sehingga, sambung dia, pada akhirnya memungkinkan mereka untuk lebih responsif terhadap kebutuhan bisnis yang berkembang dengan memberikan kemampuan lebih cepat, dan menjaga data tetap tersedia dan terlindungi, tak peduli di mana data itu berada.

Senior Vice President & General Manager of NetApp Asia Pacific & Japan, Sanjay Rohatgi menambahkan, peluncuran ini secara komprehensif menjawab tantangan yang dihadapi organisasi di seluruh Asia Pasifik dalam dua tahun terakhir, yang meliputi kompleksitas manajemen, risiko keamanan, dan migrasi yang rumit dari beban kerja ke cloud.

“Untuk itu, NetApp bekerja sama dengan mitra kami untuk mempercepat penerapan solusi ini guna menghadirkan pengalaman multicloud hybrid yang terpadu dan konsisten bagi pelanggan kami,” katanya.

Peningkatan sederhana, aman, dan fleksibel untuk portofolio cloud hybrid NetApp meliputi:

Industri Hybrid Cloud Terdepan dengan Pengalaman yang Sederhana

Dengan menghadirkan segalanya “sebagai layanan”, NetApp menyederhanakan dan mengoptimalkan lingkungan cloud hybrid dengan kemampuan baru, termasuk:

  • Hybrid cloud Storage-as-a-Service (STaaS) dalam satu langganan fleksibel dengan Keystone. Organisasi dapat secara fleksibel memindahkan beban kerja ke dan dari cloud dalam satu kontrak.
  • Selain mengelola dan memantau penyimpanan data, perlindungan, tata kelola, dan tiering di seluruh lingkungan multicloud, Cloud Manager kini dapat mengelola layanan Keystone, melacak lisensi perangkat lunak, memantau kesehatan infrastruktur, dan memberikan rekomendasi proaktif yang mengoptimalkan biaya dan perlindungan data dengan tindakan otomatis.

“Saat ini, organisasi mencari fleksibilitas baik di tempat maupun di seluruh penyedia cloud dan berinvestasi dalam model konsumsi sebagai layanan untuk membantu mencapai hal ini,” ucap Practice Director of ESG, Scott Sinclair.

Pendekatan NetApp dengan Keystone ditargetkan untuk kebutuhan tersebut menawarkan kesederhanaan dan fleksibilitas hybrid cloud yang memungkinkan pengguna untuk mempercepat tujuan TI mereka dengan manajemen, orkestrasi, dan penagihan yang dikemas dalam satu kali berlangganan dan pengalaman.

“Model langganan Keystone yang dapat dipindahtangankan juga mendukung perencanaan migrasi cloud di masa mendatang ke penyedia cloud besar manapun, dengan kemampuan penyimpanan tingkat perusahaan dan perlindungan data terintegrasi,” jelasnya.

Ketahanan Siber untuk Cloud Hybrid Saat Ini

Munculnya ransomware beberapa tahun terakhir merupakan masalah yang terus berkembang bagi perusahaan. IDC’s 2021 Ransomware Study: Where You Are Matters! menemukan bahwa lebih dari sepertiga organisasi di seluruh dunia telah mengalami serangan atau pelanggaran ransomware yang memblokir akses ke sistem atau data dalam 12 bulan sebelumnya.

Dengan pembaharuan NetApp yang efektif, kemampuan ketahanan siber bawaan yang mencakup anti-ransomware, perlindungan data, dan keamanan. Organisasi dapat mengurangi akses pengguna yang tidak sah dan ancaman terhadap data dari serangan ransomware.

Pelanggan dapat melindungi banyak beban kerja, aplikasi perusahaan, beban kerja virtual, dan aplikasi kemas modern dari pelanggaran keamanan, dengan cepat mendeteksi serangan, dan memulihkan data dengan cepat sebelum memberikan dampak apapun terhadap operasi.

Mempercepat Transformasi Cloud Perusahaan

NetApp memberdayakan pelanggan untuk “memodernisasi ke cloud” menggunakan penyimpanan data tambahan untuk beban kerja penyimpanan yang menuntut penyimpanan data intensif di seluruh lingkungan tunggal dan multicloud. NetApp adalah satu-satunya penyedia layanan penyimpanan cloud saat ini yang disertifikasi dan didukung untuk digunakan sebagai penyimpanan data tambahan eksternal untuk lingkungan VMware Cloud yang berjalan di cloud publik terbesar.

“Organisasi di semua industri mengandalkan kombinasi VMware dan NetApp sebagai platform pilihan untuk pengerjaan beban kerja bisnis yang penting,” ungkap Vice President of Cloud Solutions of VMware, Narayan Bharadwaj.

Kini, lanjut dia, NetApp dapat memberikan tingkat manajemen data kelas perusahaan yang sama dengan yang telah dinikmati oleh pelanggan bersama kami selama beberapa dekade di tempat untuk beban kerja yang berjalan di salah satu cloud publik utama. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.