Mustofa Widjaja Ajak Masyarakat Bantu Pemerintah Hadapi Corona

Sebut Kinerja Pemko Batam Patut Diapresiasi

INTREN.ID, BATAM – Merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) menjadi perhatian serius pemerintah dan tokoh masyarakat. Perhatian dan keprihatinan terhadap wabah ini juga datang dari Mustofa Widjaja.

Sebagai sosok di kalangan birokrasi dan pernah menjabat Kepala BP Batam (Otorita Batam) selama 11 tahun, Mustofa memahami apa yang saat ini dihadapi oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19. Dalam hal ini, dia selalu menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi Covid-19.

Masyarakat, sebut Mustofa, harus tetap waspada. Penanganan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi harus didukung semua lapisan masyarakat. Baik legislatif, eksekutif, aparat keamanan, medis, pengusaha, serta masyarakat Batam.

“Saat ini selain harus menjaga kondisi badan masing-masing, kita harus bersama-bersama membantu pemerintah dalam perang melawan corona. Bukan tugas pemerintah saja, melainkan semua lapisan masyarakat harus membantu Pemerintah Kota (Pemko) Batam,” ucap Mustofa,” Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut dia menyoroti rencana Pemko Batam yang akan memberlakukan karantina wilayah per zona kecamatan. Karantina itu bertujuan mencegah penularan Covid-19.

Di Batam terdapat 12 kecamatan, sembilan di antaranya berada di pulau utama dan tiga lainnya di pulau-pulau penyangga. Rencananya setiap zona karantina melingkupi masing-masing 3 kecamatan.
Kebijakan itu dilaksanakan setelah impor sembako selesai demi memastikan ketercukupan kebutuhan pangan masyarakat selama karantina zona.

Karantina per zona akan dilaksanakan selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus. Apabila dalam masa karantina ada warga yang sakit dengan gejala Covid-19, akan langsung ditangani petugas medis.

- ADVERTISEMENT -

Kata Mustofa, Pemko Batam sudah begitu serius dalam penanganan virus korona. Sehingga patut mendapatkan apresiasi.

“Saya secara pribadi maupun sebagai masyarakat Batam, sangat apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah. Khususnya Pak Amsakar Achmad (Wakil Wali Kota Batam) sebagai leader dalam penanganan wabah ini,” ungkapnya.

Untuk membantu pemerintah, Mustofa membagikan hand sanitizer atau penyanitasi tangan herbal berbahan daun sirih dan non alkohol kepada masyarakat. Serta melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi yang belum terjangkau oleh pemerintah. Ini adalah wujud nyata yang saat ini bisa dia lakukan.

Diketahu, data per 1 April 2020 untuk Kota Batam ada sebanyak 1.140 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebanyak 818 di antaranya masih dalam proses pemantauan sementara 286 telah selesai menjalani proses pemantauan. Sebanyak 120 ODP telah diperiksa, 43 ODP masih dalam proses sementara 77 ODP dinyatakan negatif.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 56, 23 PDP masih dalam proses perawatan, 33 lainnya telah selesai pengawasan. Ada sebanyak 45 PDP yang menjalani pemeriksaan laboratorium, 14 PDP masih dalam proses, sedangkan 28 PDP dinyatakan Negatif serta 3 PDP dinyatakan positif.

Dari ketiga pasien yang dinyatakan positif, dua di antaranya telah meninggal dunia yang sempat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Satu pasien lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB). Di samping itu ada empat PDP yang meninggal dunia karena penyakit penyerta yang dinyatakan negatif dari Covid-19. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.