Munculkan Banyak Kader di Pilkada, Golkar Kepri Mulai Tebar Psywar

INTREN.ID, BATAM – Di kancah perpolitikan negeri ini, Golkar tergolong partai politik (parpol) berpengalaman. Tidak hanya soal meraup suara, namun juga dalam menentukan jagoan untuk bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada).

Hal itu dibuktikan partai beringin di Kepulauan Riau (Kepri). Strategi Golkar yang mengumumkan nama-nama bakal calon kepala daerah di level provinsi dan kabupaten/kota patut diacungi jempol.

Banyak yang mengira jika rapat pleno Golkar Kepri di Aston Hotel Batam & Residences, Sabtu (6/6/2020) lalu merupakan respon terhadap munculnya koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Awalnya, koalisi PDIP, Gerindra, dan PKB menyepakati Soerya Respationo-Iman Sutiawan sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Namun, setelah Golkar mengumumkan nama-nama bakal calon kepala daerah, langsung muncul duet Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid.

“Setelah beberapa kali pertemuan dengan ketiga parpol (PDIP, Gerindra, dan PKB, Red.), akhirnya disepakati Pak Basyid diusung sebagai bakal calon wakil wali kota mendampingi Pak Lukita,” kata sekretaris DPW PKB Kepri, Syaleh Arifin.

Jika benar ketiga koalisi menyepakati pasangaan Lukita-Basyid, maka akumulasi jumlah kursi ketiga parpol tersebut sudah memenuhi syarat. Rinciannya adalah PDIP 8 kursi, Gerindra 6 kursi, dan PKB 3 kursi. Pasangan ini sudah mengantongi 17 kursi untuk maju pada Pilkada Batam.

Entah kebetulan atau disengaja, sejak Soerya-Iman diproklamirkan 2 Juni lalu, empat hari kemudian Golkar mengumumkan beberapa nama bakal calon yang diusulkan untuk ikut kontestasi di level provinsi dan kabupaten/kota.

Di Pilgub Kepri, beringin menyiapkan beberapa nama. Mereka adalah Plt Gubernur Kepri Isdianto, anggota DPR RI dari Golkar Ansar Ahmad, serta Gubernur Kepri pertama Ismeth Abdullah. Lalu ada nama Huzrin Hood, Taba Iskandar, dan Raja Syahniar Usman.

Di Batam, Golkar memunculkan nama Ruslan Ali Wasyim, Taba Iskandar, dan Harris Lambey. Di Bintan ada nama Robby Kurniawan, sedangkan di Lingga mengusulkan M Ishak.

Di Kabupaten Natuna ada nama Hadi Candra dan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti. Di Kabupaten Karimun diusulkan Bupati Karimun Aunur Rafiq, serta di Kabupaten Anambas ada nama Fachrizal dan Muhammad Johari.

Sebagian besar yang diusulkan Golkar adalah kader internal. Mulai dari ketua Golkar tingkat kabupaten/kota maupun anggota dewan. Sisanya adalah tokoh masyarakat maupun dari kalangan profesional. Tidak ada kader parpol lain yang diusulkan Golkar.

“Kami juga akan melakukan survei. Nama-nama itu masih sebatas balon (bakal calon). Yang memutuskan adalah DPP Golkar,” kata Achmad Ma’ruf Maulana, ketua DPD Golkar Kepri.

Dengan dimunculkannya nama-nama tersebut, secara tidak langsung Golkar sudah menebar psywar. Artinya, mereka sudah siap untuk ikut kontestasi melawan koalisi PDIP, Gerindra, dan PKB.

Persoalannya, Golkar belum menentukan arah koalisi. Jika menilik peroleh kursi, Golkar butuh tambahan kursi.

Apa yang dilakukan Golkar ini sesuai dengan prediksi pengamat politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI), Rachmayanti Kusumaningtias. Menurutnya, Golkar dikenal memiliki tradisi sebagai partai penguasa atau partai yang masuk dalam pemerintahan.

“Pertimbangan mendukung petahana akan masuk dalam kalkulasi Golkar Kepri,” ujar Rachma. Apalagi, kader-kader Golkar juga duduk sebagai kepala daerah dan berstatus petahana.

“Tetapi stressing point saya adalah Golkar sangat mungkin usung petahana, soal siapa yang diusung jadi wakilnya mereka lebih tahu,” pungkasnya. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.