Mulai Hari Ini WNA Dilarang Masuk Indonesia, Tetapi…

Kementerian Luar Negeri Berikan Enam Pengecualian

INTREN.ID, JAKARTA – Mulai Kamis (2/4/2020), pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menetapkan larangan berkunjung atau transit bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Larangan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona baru (Covid-19) lebih luas lagi.

“Aturan ini berlaku mulai 2 April 2020 pukul 00.00 WIB,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah.

Larangan itu dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Namun demikian, pemerintah memberikan pengecualian kepada WNA dengan enam kondisi.

Enam kondisi yang dikecualikan tersebut yakni orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas.

- ADVERTISEMENT -

Pengecualian juga diberikan kepada tenaga bantuan dan dukungan medis pangan yang didasari oleh alasan kemanusiaan, awak alat angkut baik laut, udara, maupun darat, serta orang asing yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional.

Meski dikecualikan, WNA tersebut masih harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum diizinkan masuk ke wilayah Indonesia. Persyaratan yang dimaksud yaitu memiliki surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masing-masing negara.

WNA itu juga telah berada 14 hari di wilayah atau negara yang bebas Covid-19, serta pernyataan bersedia dikarantina selama 14 hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memberlakukan larangan masuk atau transit bagi pendatang yang dalam 14 hari terakhir berkunjung ke Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris. Selain kebijakan itu, kebijakan khusus yang menyangkut beberapa negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan, terutama Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, masih diberlakukan. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.