Mudahkan Belanja Bulanan, Pemko Batam Luncurkan Aplikasi ‘Bakulan’

INTREN.ID, BATAM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam meluncurkan aplikasi ‘Bakulan’, yang berbasis untuk OS Android. Aplikasi ini merupakan layanan daring penjualan produk pertanian khusus untuk Kota Batam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam Mardanis mengungkapkan, seluruh produk di aplikasi tersebut merupakan hasil produksi kelompok tani di Kota Batam atau produk lokal.

“Ini bentuk inovasi kami seperti yang diharapkan Pak Wali. Sehingga ada peningkatan pelayanan baik ke petani maupun ke masyarakat,” ucap Mardanis, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya dengan kehadiran aplikasi tersebut bisa mempermudah masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pangan dan untuk mendukung usaha pertanian lokal.

Tak hanya itu, seiring berjalannya aplikasi tersebut, produk pertanian dan usaha mikro kecil menengah punya pasar penjualan. Di sisi lain masyarakat bisa menikmati produk pangan dengan harga murah karena langsung dari produsen petani atau peternaknya.

“Dengan kita berbelanja di Bakulan ini secara tidak langsung juga mendukung para petani dan peternak kita. Konsumen juga dimudahkan karena tidak perlu keluar rumah. Barang yang dibutuhkan diantar langsung ke alamat,” bebernya.

“Apalagi di masa sekarang yang harus meminimalisasi kontak fisik, tentu sangat membantu. Harganya juga murah karena langsung harga dari petaninya,” tambah Mardanis.

Dia menerangkan, untuk pengiriman diusahakan di hari yang sama. Misal pesan pagi pukul 07.00 WIB, diantar pukul 11.00 WIB. “Tapi kalau sore, di hari berikutnya. Pembayaran juga mudah, COD (cash on delivery, Red.), barang diterima, baru bayar,” imbuhnya.

- ADVERTISEMENT -

Pendaftaran aplikasi tersebut juga terbilang cukup mudah, hanya dengan memasukkan data pribadi sesuai permintaan sistem. Antara lain nama, alamat, nomor telepon, dan surel. Kemudian mengatur kata sandi.

Apabila pendaftaran berhasil, masyarakat bisa langsung mulai berbelanja. Dengan kategori yang sangat beragam seperti buah-buahan, bumbu, sayur-mayur, hingga sembako.

Mardanis mengatakan pihaknya bersama koperasi petani dan peternak menargetkan 2 ton produksi lokal terjual per hari. Dan 1 ton di antaranya merupakan produk cabai. Tujuannya tak lain untuk membantu pemerintah dalam upaya menekan angka inflasi daerah.

Khusus untuk cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Koperasi Petani Batam juga membuat ‘cabe corner’. Cabai hasil produksi petani lokal dititip ke sejumlah warung yang berada di lingkungan permukiman.

“Contohnya di Sekupang itu ada lima warung yang kami titipkan jadi cabe corner. Selain itu kami juga tetap menjalankan kios mobil keliling yang menjual berbagai komoditas pangan produksi petani kita,” kata dia.

Adapun bagi kamu warga Batam yang ingin mendapatkan aplikasi tersebut, cukup klik link di sini. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.