Meski Bisa Usung Pasangan Capres-Cawapres Tanpa Koalisi, PDI Perjuangan Ogah Deklarasi Duluan, Hasto Sindir Nasdem

INTREN.ID, JAKARTA – Kendati aktif melakukan komunikasi politik, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan belum mengambil sikap politik dalam waktu dekat. Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat Talk Show HUT TNI di kantor DPP PDI Perjuangan, Minggu (9/10/2022).

Kendati Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah mengumumkan bakal calon presiden (capres), namun Hasto menegaskan, hal itu tidak membuat partainya ketinggalan momentum. Menurutnya, masih ada cukup waktu untuk mempersiapkan pemilihan umum (pemilu), baik pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg).

“Jika deklarasi politik dilakukan sekarang, justru bisa mengganggu berbagai kerja pemerintah, dalam menangani masalah perekonomian,” kata Hasto di kantor PDI Perjuangan, Jalan Pangeran Diponegoro nomor 58, Menteng, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jakarta.

Hasto justru mengkritik sikap sejumlah partai politik (parpol) yang sudah deklarasi. Bagi dia, tindakan itu seolah-olah menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai lebih cepat. Bahkan, dia menyindir salah satu partai koalisi pemerintah, Nasdem yang sudah mengambil sikap. Sindiran itu dianalogikan dengan peristiwa perobekan bendera Belanda di atas Hotel Yamato. Yakni, motif biru disobek.

“Ternyata birunya juga terlepas kan dari pemerintahan Pak Jokowi sekarang, karena punya calon presiden sendiri,” ujarnya.

Komitmen PDI Perjuangan untuk berfokus pada persoalan kebangsaan, lanjut Hasto, disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri di Batu Tulis. Di situ, pembicaraan pemilu dikontekskan dengan situasi kebangsaan. Khususnya terkait dengan kesinambungan kepemimpinan ke depan.

“Meski belum mengambil keputusan politik dalam waktu dekat, komunikasi politik terus berjalan. Termasuk yang dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan, Mbak Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto Sabtu lalu,” katanya.

Apakah itu menjadi tanda PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Hasto menyebut itu ranah ketua umum untuk memutuskan. Secara prinsip, dia menilai kans apa pun terbuka.

“Partai-partai yang mendukung Pak Jokowi itu mampu mewujudkan suatu kerja sama politik untuk Pemilu 2024. Tentu saja merupakan hal yang bagus,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.