Menteri LHK: Selamat Jalan Anak, Adik, Sahabat, dan Kolega Kerja Kami

INTREN.ID, PALANGKA RAYA Menteri Lingkungan dan Kehutan (LHK),  Siti Nurbaya Bakar, tidak kuasa menahan air mata ketika melepas jenazah enam stafnya  yang menjadi korban kecelakaan speedboat di Taman Nasional Sebangau (TNS), Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Saat tiba di kantor Taman Nasional Sebangau (TNS),  Siti disambut jejeran enam foto rimbawan yang menjadi korban insiden kecelakaan speedboat.

Suasana duka begitu terasa. Suara tangisan dari para keluarga dan rekan korban seakan menusuk hati Siti. Siti yang didampingi Wamen LHK, Alue Dohong, Sekjen Bambang Hendroyono, Dirjen KSDAE Wiratno, dan jajaran eselon I dan II KLHK, terlihat tidak bisa menyembunyikan raut wajah dukanya saat duduk di hadapan peti jenazah pegawai TNS Tyas Novianti.

Saat memberikan kata sambutan, nada suaranya terdengar bergetar menahan haru. Ia pun tidak mampu menahan butiran bening dari kedua matanya.

“Selamat jalan anak, adik, sahabat, dan kolega kerja kami di Taman Nasional Sebangau yang gugur saat menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mewakili segenap keluarga besar KLHK dan pemerintah, ikut berduka teramat dalam atas kepergian keenam staf KLHK tersebut.

Mereka ialah Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tyas Novianti, Mansyah dan Umroatus Sholikhah.

“Kami mengembalikan pada-Mu ya Tuhan, putra putri terbaik KLHK ini,” kata Menteri Siti dengan suara bergetar.

Setelah menyerahkan santunan duka pada keluarga korban, Siti memimpin penghormatan terakhir dan mengantarkan jasad korban hingga ke ambulans untuk diantar ke pemakaman.

Istri Korban: Bu Menteri, Anak saya sudah tidak ada ayahnya

Perjalanan dilanjutkan ke rumah duka di Kelurahan Kereng Bangkirai. Ratusan pelayat memadati dua rumah bersebelahan, tempat di mana Abdi Darmansyah (35) dan adik iparnya Ibnu Yudistira Hendrawan (27) disemayamkan.

Ibnu bertugas sebagai Manggala Agni di TNS. Sedangkan Abdi bertugas sebagai Polhut TNS yang meninggalkan istri yang sedang hamil delapan bulan dan seorang putri berusia lima tahun.

“Bu Menteri, suami saya sekarang sudah tidak ada. Anak saya sudah tidak ada ayahnya,” ratap istri Abdi saat menerima santunan.

Siti langsung menguatkan dengan memastikan bahwa keluarga besar KLHK akan terus memperhatikan keluarga korban yang ditinggalkan.

“Saya hadir di sini memastikan bahwa kita akan terus bersama. Tetap kuat, kita satu keluarga besar,” pesannya.

Usai dari rumah Abdi, Siti melangkah ke rumah sebelahnya. Jasad Ibnu tengah diratapi keluarganya dengan penuh rasa sedih kehilangan.

“Saya punya kenangan dengan saudara Ibnu, fotonya dengan selang air untuk memadamkan api di garis terdepan karhutla masih ada di ruang kerja saya. Kami sangat kehilangan sosok penuh dedikasi,” kata perempuan yang pernah menjabat mantan Sekjen Depdagri ini.

- ADVERTISEMENT -

Beranjak siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Zainul Muttaqin di Kelurahan Kasongan, Kabupaten Katingan, tempat jenazah Mansyah, pegawai TNS yang disalatkan di sana.

Saat hendak menyerahkan santunan, istri korban jatuh pingsan di hadapan Menteri Siti. Kesedihan semakin menyeruak.

Lantunan zikir dan doa dari jemaah yang hadir beriringan terdengar menguatkan.

Didampingi Wamen Alue Dohong dan Sekda Kalteng Fachrizal, Siti ikut menyaksikan keranda jenazah stafnya yang bertugas di tingkat tapak itu diangkat.

Bahkan dia turut mengantarkan sampai mobil ambulans benar-benar berangkat ke pemakaman.

Perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Kapuas yang membutuhkan perjalanan pulang dan pergi sekitar 4 jam, untuk ke rumah duka korban pegawai TNS, Mutiara.

Pemakaman sudah selesai dilaksanakan saat Menteri Siti tiba di lokasi. Namun suasana duka masih begitu terasa. Menteri Siti duduk bersama kedua orang tua korban untuk menguatkan.

Jelang malam barulah rombongan kembali ke Palangkaraya untuk menuju RSUD Doris Silvanus, tempat dua korban pegawai TNS atas nama Yuliansi dan Selfia, menjalani perawatan intensif akibat peristiwa kecelakaan tersebut.

Sedangkan satu korban tewas atas nama Umroatus Sholikhah, yang merupakan istri dari Polhut TNS dikebumikan di kampung halamannya di Jawa Tengah.

Total korban dari pihak KLHK karena musibah kecelakaan ini adalah delapan orang. Enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, dan dua masih menjalani perawatan.

“Peristiwa ini merupakan pukulan berat bagi Kementerian (LHK). Kami kehilangan pegawai-pegawai yang baik. Tidak mudah melalui masa-masa sulit ini, tapi tetap harus kita lalui bersama,” kata Siti.

Insiden nahas tabrakan antara perahu yang ditumpangi para korban dengan kapal yang membawa rombongan Paspampres di Taman Nasional Sebangau ini juga menyebabkan tewasnya Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.

Menteri Siti mengatakan sejak pertama mendapat kabar kejadian, ia langsung berkoordinasi dengan semua pihak.

Selain itu juga mengimbau kepada seluruh jajarannya se-Indonesia melakukan pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas gugurnya rimbawan TNS dalam melaksanakan tugas.

“Saya mengucapkan terimakasih pada unsur Pemerintah Daerah, dan semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi korban, sampai pada proses pemakaman,” jelasnya.

“Mari kita doakan semoga korban yang gugur husnul khotimah, dan yang masih dirawat diberi keselamatan serta kesehatan,” tutupnya. (***)

 

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.