Menteri Kesehatan Sarankan Pilkada Digelar Setelah Pandemi Berakhir

INTREN.ID, JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang sedianya dilakukan pada 2020 disarankan digelar setelah status pandemi Covid-19 berakhir. Saran ini datang dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kata Terawan, pandemi Covid-19 bukan sekadar bencana, melainkan telah menjadi pandemi dunia. Karenanya dia meminta penyelenggara Pilkada mempertimbangkan apakah bisa Pilkada digelar setelah status pandemi dicabut.

“Jika status pandemi berakhir, maka setidaknya levelnya akan turun menjadi endemi atau wabah tingkat nasional yang bisa diprediksi kapan berakhirnya Covid-19,” beber Terawan.

Kata dia, jika status pandemi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) belum dicabut, maka situasi kesehatan dan kebijakan negara-negara di dunia tidak bisa dipastikan. Termasuk di Indonesia.

- ADVERTISEMENT -

Jika kegiatan politik tersebut tetap dilakukan di masa pandemi, maka akan menjadi tidak etis karena negara-negara lain masih berkutat dengan upaya penanganan Covid-19.

“Rasanya tidak elok. Kita juga melihat negara-negara lain, kalau kita menyelenggarakan sendiri, rasanya juga lucu. Karena ini adalah kondisi pandemik yang sedang mewabah di seluruh dunia,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penundaan Pilkada Serentak Tahun 2020. Perppu tersebut diterbitkan untuk memberikan payung hukum agar pelaksanaan Pilkada Serentak, yang sedianya diselenggarakan 23 September 2020, dapat ditunda karena kondisi pandemi Covid-19. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.