Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u9471944/public_html/intren.id/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1178

Mengunjungi Surga yang Hilang di Karanganyar

INTREN.ID, KARANGANYAR – Salah satu wisata Karanganyar yang menjadi favorit banyak pengunjung dan selalu ramai saat musim liburan ialah air terjun Jumog. Air terjun yang berada di bawah kaki Gunung Lawu ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

Berada dekat gunung dan sumber air membuat udara di kawasan air terjun Jumog terasa sejuk. Wisata ini berlokasi di Jawa Tengah, lebih tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Tidak perlu heran jika air terjun yang satu ini sering disebut sebut sebagai the lost paradise atau surga yang hilang. Hal ini tentu tidak hanya semata-mata karena keindahannya yang memukau.

Konon, air terjun Jumog sempat tertutup oleh semak belukar dan tidak ditemukan oleh masyarakat. Hingga pada akhirnya, masyarakat dan pemerintah desa setempat bergotong-royong memangkas semak belukar tersebut.

Untuk menuju wisata air ini, pengunjung akan diuji tingkat kesabarannya dengan menuruni 116 anak tangga. Tenang saja, selama menuruni anak tangga, cuaca panas tidak akan terasa sama sekali. Hal ini disebabkan karena terik sinar matahari berhasil terhalang oleh pohon pakis yang menempel pada tebing di bagian luar tangga.

Setelah melewati 116 anak tangga, tantangan berikutnya ialah tebing. Di sini anda harus melewati tebing berjarak 100 meter untuk mencapai air terjun. Setelah itu, barulah keindahan air terjun ini dapat dirasakan.

Air terjun yang berada di bawah kaki Gunung Lawu ini menawarkan wisata alam dengan panorama eksotik nan cantik. Hempasan air terjun yang melewati bebatuan dan pepohonan memberi efek air terjun seperti terbelah menjadi dua bagian.

Air terjun yang terlihat terbagi menjadi dua membuat warga juga menyebut air terjun ini sebagai air terjun kembar.

Bukan hanya itu saja, keistimewaan wisata alam yang satu ini adalah warna-warni pelangi yang sering muncul pada pukul 10.00 pagi. Momen tersebut mennggambarkan keindahan alam yang tidak boleh terlewatkan. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.