Mengenal Kampung Sianjur, Asal Mula Sejarah Batak

INTREN.ID, MEDAN – Garis keturunan suku Batak diyakini bermula dari Siraja Batak, yang berasal dari desa ini. Siraja Batak memiliki dua orang putra, Doli dan Raja Isumbaon. Setelah beberapa garis keturunan, Doli kemudian diketahui sebagai nenek moyang dari sejumlah marga yang akrab di telinga seperti Pasaribu, Batubara, Harahap, Lubis, serta masih banyak lagi.

Orang-orang di Desa Sianjur benar-benar memegang teguh sejarah dan urutan silisilah tersebut. Siapapun yang datang ke kampung mereka, asalkan masih punya marga yang bertautan dengan keturunan raja, bakal disambut dengan hangat. Tak ubahnya seperti saudara sendiri.

Desa Sianjur punya sejumlah tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Aek Pitu Dai atau jika diartikan secara bebas bermakna air tujuh rasa.

Sesuai dengan namanya, sumber air ini benar-benar mengeluarkan air dengan tujuh rasa berbeda. Konon ada yang rasanya manis, asam, bahkan mirip soda.

- ADVERTISEMENT -

Pengunjung dibebaskan masuk dan mencicipi air yang ada di sini, bahkan membawa pulang dalam wadah botol jika memang ingin. Namun diperingatkan untuk menjaga sopan santun selama berada di Aek Pitu Dai. Sebab lokasi ini dulunya merupakan lokasi mandi raja-raja Batak.

Di sana juga ada Batu Hobon yang diyakini banyak orang sebagai tempat suci. Di lokasi ini terdapat beragam harta pusaka, alat musik, dan kitab berisi catatan dari leluhur dan filosofi suku Batak.

Menurut cerita turun-temurun, Batu Hobon ini merupakan ciptaan Raja Uti, cucu pertama Siraja Batak.

Di bawah permukaan Batu Hobon konon ada bongkahan emas yang dulunya milik raja-raja Batak. Namun tak ada seorang pun berani mengambil karena takut dengan kutukannya. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.