Mengenal Alligator Gar, Ikan Purba Bergigi Tajam dan Bermoncong Buaya yang Terancam Punah

INTREN.ID – Ikan aligator atau alligator gar sedang jadi primadona di jagat maya. Keberadaan ikan yang berbahaya ini viral di media sosial lantaran memiliki moncong dan taring layaknya buaya aligator.

Bernama ilmiah atractosteus spatula, ikan yang dikenal dengan nama alligator gar ini merupakan ikan euryhaline bersirip sinar. Ikan ini merupakan spesies terbesar dalam famili gar, merupakan salah satu ikan air tawar terbesar di Amerika Utara.

Berdasarkan catatan fosil, ikan ini sudah hdiup sejak 100 juta tahun yang lalu. Karenanya ikan ini kerap disebut ikan primitif atau fosil hidup lantaran ikan ini telah mempertahankan beberapa karakteristik morfologi nenek moyang mereka yang paling awal.

Karakteristis itu meliputi usus katup spiral yang juga dikenal sebagai sistem pencernaan hiu serta dan kemampuannya yang bisa menghirup udara dan air. Ikan ini diberi nama aligator karena bentuk fisiknya yang mirip buaya Amerika, khususnya pada moncongnya yang lebar dan gigi panjang dan tajam.

Penelitian menyebut ikan ini bisa tumbuh hingga 10 kaki atau sepanjang 3,0 m.

- ADVERTISEMENT -

Badan ikan aligator ini berbentuk torpedo. Warnanya biasanya cokelat atau zaitun, memudar ke permukaan ventral abu-abu atau kuning yang lebih terang.

Sederet keunikan dimiliki ikan ini yang membedakannya dari ikan-ikan lainnya. Di antaranya sisiknya yang tidak meyerupai sisik ikan lainnya. Lantaran sisiknya merupakan sisik ganoid, yang seperti sisik tulang, sisik berbentuk romboid, berjumlah banyak dan tepinya bergerigi yang ditutupi zat layaknya enamel.

Tidak seperti spesies ikan lainnya, rahang atas ikan aligator memiliki dua baris gigi besar dan tajam. Gigi ini digunakan untuk menusuk dan menahan mangsa.

Seperti namanya, ikan aligator predator pemakan daging. Ikan ini menguntit menyerang predator, terutama piscivores, tetapi mereka juga menyergap dan memakan unggas air dan mamalia kecil yang mengambang di permukaan air.

Ironisnya populasi ikan ini telah punah lantaran dampak habitat yang dirusak manusia. Populasinya sekarang terutama di bagian selatan Amerika Serikat yang membentang ke Meksiko. Mereka dianggap euryhaline karena dapat beradaptasi pada beragam tingkat keasinan air mulai dari danau air tawar dan rawa-rawa sampai rawa-rawa payau, muara, dan teluk di sepanjang Teluk Meksiko. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.