Mendikbud Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Daerah Zona Hijau Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Satuan pendidikan di Indonesia sudah diperbolehkan melakukan pembelajaraan tatap muka boleh. Namun diperbolehkannya pembelajaran tatap muka ini hanya berlaku untuk daerah yang berstatis zona hijau virus corona baru (Covid-19).

“Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem, Rabu (17/6/2020).

Sebelumnya pada Senin (15/6/2020) pemerintah menyusun panduan untuk mempersiapkan satuan pendidikan di masa kenormalan baru atau New Normal. Pada Juli mendatang, satuan pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah memulai tahun ajaran baru 2020/2021.

Pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan pada daerah dengan zona hijau Covid-19. Sementara untuk daerah-daerah berstatus zona kuning, oranye, dan merah tetap belajar dari rumah dan tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Namun begitu masih terdapat prosedur yang mesti dilewati bagi daerah zona hijau untuk memulai pembelajaran tatap muka. Keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka pada kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis.

Di antaranya mesti mendapatkan izin dari pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Pun demikian satuan pendidikan mesti telah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Berikutnya mesti ada izin dari orang tua/wali murid yang menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” terang Nadiem.

Adapun tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilakukan dengan melihat pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Pendidikan tingkat atas dan sederajat menjadi urutan pertama dalam penerapan pembelajaran tatap muka.

Diikuti tingkat menengah dan sederajat, kemudian tingkat dasar dan sederajat. Pemberlakuan ini mesti dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. Tetapi apabila terjadi penambahan kasus atau tingkat risiko daerah akan penyebaran Covid-19 naik, wajib ditutup kembali. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.