Masyarakat Batam Semakin Resah, Harga Drum Melonjak Jelang Rationing ATB

INTREN.ID, BATAM – Masyarakat Batam semakin risau Jelang rationing atau penggiliran distribusian air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB), Jumat (13/3/2020). Pasalnya, satu-satunya alternatif air bersih yang dimiliki itu juga menyulitkan kondisi mereka.

Informasi dari ATB, penggiliran akan dilakukan pada 15 Maret mendatang. Dengan meliputi seluruh wilayah di Kota Batam.

Alternatif yang dimiliki para warga hanyalah menyiapkan drum bekas untuk penampungan air selama rationing dilakukan. Pemilihan drum bekas tersebut bukan tanpa alasan. Yaitu karena harganya yang relatif lebih murah bila dibandingkan penampungan air yang dijual di toko bangunan pada umumnya.

Namun masyarakat tampaknya harus gigit jari setelah harga drum tersebut mengalami kenaikan yang signifikan. Drum yang biasanya dijual Rp 150 ribu per satuannya, kini dijual seharga Rp 350 ribu, sebagaimana terjadi di tempat penjualan di Simpang Basecamp.

“Memang lagi pada cari keuntungan dan bukan main, udah lebih dari 2 kali lipat naiknya,” kata Nana, warga Rusun Batuaji Jumat (13/3/2020) yang mengurungkan niatnya untuk membeli drum lantaran harga terlalu tinggi.

Menurut Nana, kenaikan harga ini menjadi kesengsaraan yang bertumpuk. Karena jauh hari sebelum penggiliran dilakukan, suplai ATB untuk wilayah rusun tidaklah baik.

“Sejak dahulu memang kurang baik. Dan sekarang mau dilakukan penggiliran, apalah kalau gak kesusahan yang bertumpuk,” keluh Nana.

- ADVERTISEMENT -

Mengetahui harga yang melonjak, Sinta, warga lain yang tinggal di  Perumahan Laguna sangat kaget. Karena satu hari sebelumnya, harga drum di lokasi tersebut hanya Rp 300 ribu per satuannya.

“Kemarin saya sempat tanya, tetapi karena tak bisa ambil jadi saya batalkan dahulu. Sekarang saya tak jadi beli,” ucap Sinta.

Menurut Sanidin, penjual drum seken yang berjualan di Simpang Basecamp, kenaikan harga tersebut terjadi akibat stoknya mulai menipis. Apalagi di pusat pengambilan sekarang sudah kosong.

“Sudah kosong di pusat pengambilan, dan sekarang stok di sini mulai tipis. Jadi ya kami jual agak tinggi. Kalau mau silakan, dan kalau tidak mau ya tak apa-apa,” jelas Sanidin.

Diakui, belakangan ini penjualan drum di tokonya mengalami kenaikan. Biasanya pada hari biasa hanya bisa menjual satu drum. Namun kini menjelang rationing ATB, dirinya bisa menjual hingga 20 drum khusus ukuran 200 liter. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.