Masker Harus Ber-SNI, BMI Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah Tangani Covid-19

INTREN.ID, JAKARTA – Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengaku makin mempertanyakan keberpihakan kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Utamanya pada masyarakat yang bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kita kaget di satu sisi sektor UMKM terbantukan dengan adanya penjualan masker. Namun semua mempertanyakan kembali keberpihakan pemerintah ketika mengeluarkan kebijakan masker yang dijual harus ber-SNI,” tukas Farkhan.

Dia menyebut sisi lainnya adalah masih banyak masyarakat belum memiliki masker. Apalagi bila kemudian masker yang dijual harus ber-SNI tentu menambah persoalan baru

- ADVERTISEMENT -

“Saya melihat pemerintah telah melakukan permufakatan yang tidak berpihak pada masyarakat dengan mengharuskan masker ber-SNI. Sehingga tidak salah jika muncul anggapan pemerintah tengah mengambil keuntungan atau bisnis di masa pandemi ini,” katanya.

Untuk itu DPN BMI yang merupakan organisasi sayap Partai Demokrat mendesak agar pemerintah melakukan langkah yang manusiawi, sampai soal seperti masker dalam upaya penanganan Covid-19

“Jangan-jangan justru satgas Covid-nya atau menteri-menteri terkait yang menempati posisi kunci penanganan covid di negeri ini sendiri yang perlu diadakan standarisasi. Karena mereka seperti tak punya pengetahuan yang memadai untuk menangani bencana Covid-19 yang berlarut-larut ini dan penanganannya termasuk buruk bila dibandingkan dengan negara lain,” tegas Farkhan. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.