Masih Ada Pegawai Ngantor saat PSBB, Pemprov DKI Jakarta Diminta Tegas

Bupati Bogor Temukan Para Penumpang KRL Berimpitan

INTREN.ID, BOGOR – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta lebih tegas dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona baru (Covid-19). Pasalnya, masih banyak pegawai yang dipaksa datang ke kantor.

Sebagaimana diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin. Kata dia, masih banyak warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) yang diwajibkan “ngantor” ke wilayah DKI Jakarta. Sekalipun saat ini PSBB tengah diberlakukan. Hal ini ditemukan saat Ade melakukan kunjungan ke stasiun-stasiun kereta rel listrik (KRL) di Kabupaten Bogor.

“Saya tanya (ke penumpang KRL) katanya mau rapat di kantor. Kata saya kenapa? Kan bisa pakai aplikasi untuk rapatnya. Banyak alasan dari mereka,” ungkap Ade.

“Jadi intinya masih belum ideal 100 persen penerapan PSBB di Jakarta maupun di Kabupaten Bogor ini,” tambah Ketua DPW PPP Jabar itu.

- ADVERTISEMENT -

Selain itu Ade masih didapati sejumlah penumpang yang duduk berimpitan di dalam KRL. Padahal PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah memberikan pembatas jarak. “Artinya memang ketika mereka masuk kereta dan mau jalan, sangat sulit lagi untuk diatur,” urainya.

Maka dari itu Ade mengharapkan perkantoran di DKI Jakarta bisa menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH). Dia juga meminta Pemprov DKI Jakarta lebih tegas lagi lantaran masih ada banyak kantor yang mempekerjakan karyawannya.

“Jika memang semuanya kompak pasti untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Bogor maupun di Jakarta bisa berjalan,” tegasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.