Marlin Agustina, Sosok di Balik Kebangkitan Fatayat NU yang Sempat Mati Suri di Kepri

INTREN.ID, BATAM – Fatayat, organisasi wanita Nahdlatul Ulama (NU) di Kepulauan Riau (Kepri) ini sebelumnya sempat mati suri. Namun berkat ikhtiar Marlin Agustina, akhirnya Fatayat NU bisa dikenal dan kembali eksis hingga sekarang.

Marlin adalah ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batam yang mengayomi 50 organisasi wanita. Dia bukanlah orang asing lagi dalam organisasi perempuan di NU. Pasalnya, ia sempat memimpin Fatayat NU, hingga 10 tahun. Sehingga, para anggota Fatayat, Muslimat, dan Ansor sangat akrab dengannya.

Selasa (4/8/2020) siang, di tengah cuaca yang tak begitu terik, sekelompok perempuan berhijab tampak ramai menuju satu ruangan di Golden Prawn.

Para perempuan yang kompak dengan seragam berwarna hijau itu adalah anggota Fatayat NU. Tampak pula rombongan dari Muslimat dan juga Ansor dalam pertemuan itu.

Tak lama, Marlin datang mengenakan hijab putih, senada dengan baju putih bergaris hitam.

Pertemuan yang diatur dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 itu berjalan singkat, tak lebih dari satu jam. Namun, ada kesan tersendiri bagi Marlin.

Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan ajang temu kangen dengan para sahabat, bunda, hingga saudara laki-laki (panggilan untuk Ansor) yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dalam berorganisasi.

“Ini saya melepas rindu. Sebelumnya saya sempat memimpin Fatayat NU, 10 tahun lamanya,” ujar Marlin.

Marlin mengungkapkan kebanggaannya terhadap Fatayat NU. Ia menceritakan, sebelum eksis seperti ini, ia bahkan berjuang menghidupkan Fatayat NU dari keadaan yang dia bilang seperti mati suri.

“Dulu, ceritanya saya diminta istri Bapak Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB) untuk menghidupkan organisasi pemudi Islam ini, dan Alhamdulillah bisa eksis Fatayat NU sampai sekarang,” ujarnya.

Sejak mendapat amanah itu, Marlin langsung membentuk pengurus-pengrus cabang di Batam, Karimun, Bintan, Tanjung Pinang, hingga ke Lingga. Meski tak lagi memimpin organisasi ini, namun Marlin tetap berbangga dan menganggap Fatayat NU adalah keluarganya yang melatih dirinya dalam berorganisasi. Bahkan, ia ingin ada pertemuan khusus yang digelar satu kali dalam sebulan.

“Alhamdulillah, kita eksis dan dapat pengakuan dengan cara kita sendiri, seragam banyak, sekretariat ada. Saat itu Fatayat NU bangkit dari mati surinya,” ungkapnya.

Ungkapan itu pun diaminkan ketua Fatayat NU Kota Batam, Umaini Fitriana. Perempuan yang akrab disapa Fitri ini bahkan kembali mengenang memori yang tak terlupakan bersama Marlin yang dulu menjabat sebagai ketua Dewan Pengurus Wilayah Fatayat NU Kepri.

“Pertemuan ini adalah titik awal pertemuan anak-anak dan orang tuanya. Selama 10 tahun, saya masih ingat betul perjuangan ini. Saat itu saya masih sebagai pengurus anak cabang Seibeduk,” ujarnya.

Bahkan, ia mengenang, di salah satu kegiatan di Botania yang mengumpulkan 700 anggota Fatayat NU, Fitri bertugas sebagai master of ceremonies (MC) atau pembawa acara. Ia mengaku, Marlin bukan orang lain dalam organisasi tersebut.

“Beliau (Marlin, Red.) adalah penggerak Fatayat  NU di Batam maupun Kepri. Artinya, beliau orang yang berjasa terhadap hidupnya Fatayat hingga hari ini,” ujarnya.

Namun, karena faktor usia, Marlin memang tak bisa lagi bergabung dengan Fatayat NU. Sesuai ketentuan organisasi, usia maksimal anggota Fatayat NU adalah 45 tahun. “Lama memang kita tak bertemu. Sekarang, kita sebagai anak-anak, adik-adik beliau, tentu tidak melupakan beliau,” ujarnya.

Ia mengakui peran Marlin dalam kejayaan Fatayat NU seperti saat ini. Peran Marlin, kata dia, sangat patut dikenang agar para anggota Fatayat NU saat ini memahami siapa yang sudah berjuang dalam menghidupkan Fatayat NU di Kepri, khususnya di Batam.

“Kalau tidak ada peran beliau, sepertinya Fatayat tidak ada sampai saat ini. Saya menggarisbawahi, keberadaan beliau sangat berjasa dan berperan, beliau adalah keluarga kita,” ujar Fitri. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.