Marak Penolakan Omnibus Law, DPR RI Sebut Bakal Terbuka

INTREN.ID, JAKARTA – Aksi unjuk rasa sejumlah aliansi mahasiswa dan serikat buruh menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di Gejayan, Yogyakarta Senin (9/3/2020) mendapat tanggapan DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menganggap aksi tersebut wajar dan tidak mempermasalahkannya.

“Aksi unjuk rasa yang dilakukan di Gejayan ini kan bukan yang pertama kali, tempo hari waktu revisi undang-undang KPK juga begitu. Pada prinsipnya kami mempersilakan semua unsur dari masyarakat untuk mengemukakan pendapat yang dijamin undang-undang,” kata Sufmi kepada awak media.

Meski demikian, politisi Partai Gerindra itu menyatakan DPR RI dalam periode kali ini akan lebih terbuka kepada masyarakat. Nantinya sewaktu melakukan reses ke daerah, DPR RI bakal membuka ruang kepada masyarakat yang keberatan terhadap RUU Omnibus Law tersebut.

“Kami persilakan kepada unsur masyarakat tersebut yang menyatakan keberatan, tetapi juga mungkin memberikan usulan-usulan terhadap perbaikan perbaikan pasal dari Omnibus Law Cipta Kerja ini,” sebut Sufmi.

- ADVERTISEMENT -

Kata dia, DPR RI hampir di setiap waktu, dari mulai Februari hingga sekarang juga sudah menerima perwakilan-perwakilan dari unsur masyarakat yang menyatakan keberatan dengan RUU Omnibus Law ini. Sufmi menyatakan pihaknya juga sepakat dengan beberapa komponen masyarakat untuk sama-sama membuat tim kecil guna membahas RUU ini lebih lanjut.

“Kemudian kami akan coba melakukan sinkronisasi pasal-pasal, sehingga pasal-pasal yang dinilai kontroversial itu dapat dicarikan solusinya,” tandas Sufmi.

RUU Omnibus Law ini sendiri menuai penolakan lantaran dianggap akan merugikan kaum buruh dan masyarakat apabila disahkan. Setidaknya ada enam akibat dari Omnibus Law yang merugikan buruh dan masyarakat. Di antaranya berpotensi memperpanjang jam kerja dan lembur pada buruh, penetapan upah minimum yang rendah, pelanggaran hak berserikat pekerja, pemangkasan kewenangan serikat pekerja. Bahkan hilangnya hak-hak pekerja perempuan untuk cuti haid, hamil dan keguguran. (***)

 

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.