Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Pertanian Jadi Penopang Perekonomian Indonesia

INTREN.ID, JAKARTA – Pemerintah menilai pertanian merupakan sektor penopang ekonomi Indonesia ketika krisis saat ini. Pandemi Covid-19 memaksa banyak perusahaan maupun pelaku industri melakukan efisiensi. Salah satunya dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Staf Khusus bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Masyita Crystallin mengatakan, PHK memicu terjadinya perlambatan ekonomi di perkotaan. Masyarakat yang kehilangan pekerjaan itu akhirnya memutuskan untuk pulang kampung. Di desa, mereka memilih untuk bertani. Hal itu yang membuat pertanian masih tumbuh meski di tengah pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian tumbuh 2,15 persen year-on-year (yoy). Tak ayal, sektor pertanian bisa menjadi andalan baru di saat krisis. Sebab, ketika sektor lain mengalami kontraksi, pertanian justru masih mampu berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.

“Sektor pertanian sangat penting untuk pembangunan indonesia ke depan. Sektor yang bersifat shock absorber atau heronya perekonomian dan menyerap tenaga kerja yang tinggi,” ungkap Masyita.

Untuk diketahui, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 mengalami kontraksi -3,49 persen. Sedikit meningkat dibanding kuartal sebelumnya dengan -5,32 persen. Dari sektor lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor. Yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Namun, hanya pertanian yang mampu tumbuh positif. Sedangkan, industri pengolahan -4,31 persen, perdagangan -5,03 persen, konstruksi -4,52 persen, dan pertambangan -4,28 persen.

“Pelemahan sektor pertambangan diakibatkan oleh perubahan harga komoditas global. UMKM (usaha mikro kecil menengah) dan nonformal tidak terlalu banyak demand (permintaan) karena memang orang stay from home atau PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah termasuk DKI Jakarta,” beber Masyita.

Selain itu, ada tiga sektor yang menyerap tenaga kerja tinggi di Indonesia. Yakni, pertanian, perdagangan, dan manufaktur. Makanya, perlu tingkatkan. Salah satunya melalui digitalisasi untuk menguatkan rantai pasok agar tetap kompetitif.

Apalagi, sektor teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) sudah perkembangannya sudah cukup baik di Indonesia. Terus meningkat setiap tahunnya. Pada kuartal II dan kuartal III 2020, tercatat tumbuh stabil 10,8 persen dan 10,6 persen yoy.

“Ini salah satu mega tren yang akan terjadi di dunia. Akan semakin tinggi penggunaannya dalam segala kegiatan ekonomi,” ucapnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.