Maksimalkan Pendapatan Daerah, Batam Terus Sempurnakan Smart City

INTREN.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menyempurnakan Smart City. Tak hanya layanan saja, semua transaksi termasuk retribusi dan pajak di Batam akan digarap secara digital.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah menginstrusikan penerapan digitalisasi tersebut. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tadi kami sudah menggelar rapat implementasi dan pengembangan transaksi nontunai di BI. Dan BI menawarkan Implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) menuju smart city,” ucap Jefridin usai menghadiri rapat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Kamis (25/6/2020).

Saat ini Batam sudah menerapkan nontunai di sebagian sektor. Namun masih ada beberapa sektor pajak dan retribusi daerah masih dalam bentuk tunai seperti parkir, sampah dan lainnya.

Kata Jefridin, pemko berharap dengan mendengar arahan dan sejumlah program dari BI pihaknya akan segera menerapkan transaksi nontunai di semua sektor di Kota Batam. “Dengan penerapan sistem nontunai tentu semua akan tercatat jelas, transparan, dan golnya pendapatan daerah bisa maksimal,” ungkapnya.

Sebelumnya Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga menggesa wilayah Batam sebagai Smart City. Kata Rudi, saat ini hanya beberapa sektor saja yang baru menerapkan digitalisasi, khususnya untuk penerimaan daerah di sektor pajak.

- ADVERTISEMENT -

“Dengan digitalisasi, terbukti sektor pajak bisa meningkat (sektor wisata) meningkat 30 persen dari 2018-2019,” kata Rudi beberapa waktu lalu.

Untuk sektor itu, pihaknya sudah memasang tapping box atau alat monitoring transaksi usaha secara online di mesin kasir. Untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha.

“Ke depan bukan tidak mungkin semua sektor pajak dan retribusi dilakukan penerimaan secara digital,” tegasnya.

Rudi mencontohkan beberapa sektor yang belum maksimal penerimaannya seperti retribusi parkir, pajak parkir, dan sebagainya. Bahkan Rudi sudah menginstruksikan kepada Organisasi Prangkat Daerah (OPD) penghasil untuk menerapkan digitalisasi ini.

“Dengan begitu pendapatan daerah akan meningkat. Semua uang yang kita terima langsung masuk ke kas daerah,” kata dia. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.