Mahyunadi-Kinsu Jadikan Tujuan Negara sebagai Pondasi Membangun Kutim, Demi Mensejahterakan Masyarakat

INTREN.ID, SANGATTA – Saat menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu memastikan, bahwa tujuan negara Indonesia menjadi pondasi utama dalam membangun daerah. Hal itu tertuang dalam alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tegas Mahyunadi dalam Rapat Besar Mahyunadi-Kinsu di Hotel Mesfa Mulia, Sangatta, Senin (30/11/2020) malam.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Mahyunadi mengumpamakan bahwa perjuangan ini adalah sebuah perjalanan. Di mana, dirinya bersama H Kinsu adalah sopir, partai politik (parpol) adalah kendaraan, masyarakat adalah penumpang, dan kemenangan adalah jalan. Sementara, tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat.

“Seyogyanya kita ini orang yang ingin berangkat. Kita sepakat mensejahterakan masyarakat Kutim. Partai itu adalah kendaraan. Tujuannya adalah untuk mensejahterakan. Tujuan kita bukanlah kemenangan. Namun kemenangan itu adalah jalan, bukan akhir dari tujuan. Karena tujuan kita adalah mensejahterakan masyarakat, maka menang dulu baru sampai tujuan,” tegas ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu.

Dalam membangun Kutim, ada lima pondasi utama yang harus dibangun. Yakni pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia (SDM) unggul, sosial kemasyarakatan, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Lima pondasi itu sudah dikemas dalam berbagai program kerja yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan pertama kita adalah membangun bangsa Indonesia dari Kutai Timur yang kita cintai. Apa yang kita wujudkan, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Artinya apa, kita harus memberikan perlindungan, memberikan rasa aman, memberikan kepastian tempat tinggal, dan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelas Mahyunadi.

Dia mencontohkan salah satu peran pemerintah yang seharusnya bisa melindungi masyarakat. Mulai dari pelayanan hingga perlindungan hukum. Selain itu, Mahyunadi-Kinsu tidak ingin terikat dengan kelompok tertentu karena tujuannya adalah mensejahterakan semua golongan.

“Sekarang masih banyak yang susah urus KTP (kartu tanda penduduk), seharusnya dipermudah. Di situlah pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita juga harus memberikan kepastian hukum. Tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kita juga tidak boleh terbelenggu oleh kelompok tertentu. Untuk itulah kita harus benar-benar mampu bebas, mampu kuat, dan memberikan kepastian hukum di Kutai Timur. Kita harus benar-benar merdeka untuk memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Sementara dalam rangka memajukan kesejahteraan umum, Mahyunadi menegaskan bahwa infrastruktur harus dibangun di Kutim. Jika ingin maju, maka infrastruktur harus dibenahi.

“Kebutuhan utama masyarakat adalah infrastruktur. Maka tidak ada pilihan lain, jika ingin maju, harus dibenahi infrastruktur di Kutai Timur ini. Mulai dari jalan dari kota ke kecamatan, infrastruktur dari kecamatan ke desa, dan jalan penghubung antardesa harus dibenahi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Mahyunadi, harus diselesaikan pembangunan fasilitas kesehatan, air, dan listrik. Selain itu yang harus dilakukan adalah menyelesaikan pembangunan pelabuhan Sangatta yang sudah terbengkalai selama lima tahun, membangun bandara di Kutim, dan membangun infrastruktur penunjang serta sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan masyarakat.

Kemudian, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah harus betul-betul berpihak kepada kepentingan masyarakat. Saat ini, lanjut Mahyunadi, jika tolok ukurnya adalah Bontang, Samarinda, atau daerah lain, maka bisa dikatakan cerdas. Namun, karena tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa, maka ukurannya adalah bangsa.

“Apabila kita diukur dengan bangsa lain, apakah sudah cerdas? Maka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah harus berpihak memberikan anggaran yang cukup bagi pendidikan. Kita sudah sepakat, kita sudah berhitung, apabila kita menang, maka anggaran pendidikan 20 persen dari total APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) harus bisa dilaksanakan,” katanya.

Dengan rata-rata APBD Rp 3 triliun setiap tahun, maka jika direalisasikan, sambung Mahyunadi, anggaran pendidikan rata-rata Rp 60 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, bisa digunakan untuk memperbaiki sekolah yang rusak, meningkatkan kesejahteraan guru, hingga penyediaan keperluan perlengkapan sekolah dan pemberian beasiswa.

“Dengan anggaran 20 persen pendidikan itu, sekolah bisa diperbaiki. Saya banyak menemukan sekolah yang atapnya bocor, plafon bocor, sekolah tidak ada pagarnya, pintu, bahkan kambing tidur di kelas. Di Desa Telaga, ada sekolah punya enam kelas yang guru honornya hanya dua. Bahkan satu guru digaji Rp 50 ribu.  Ada juga sekolah yang tidak ada kantornya, menumpang di rumah guru. Ruang kelas numpang di balai desa. Padahal Kutai Timur pernah dapat penghargaan Ki Hajar Dewantara, tapi realita dari potret pendidikan tidak sesuai,” jelasnya.

Dengan anggaran itu pula, Mahyunadi-Kinsu memastikan bahwa keperluan sekolah akan terpenuhi. Pasalnya, yang digratiskan saat ini di Kutim hanyalah iuran bulanan. Sementara perlengkapan masih harus membeli.

“Dengan keseriusan, kita perbaiki. Dengan anggaran itu, bisa pendidikan gratis. Kalau sekarang orang tua masih membayar buku, masih bayar baju, maka catat baik-baik, jika kita menang, kita gratiskan dari sepatu, buku, dan lainnya. Beasiswa juga akan diatur. Jika yang diberikan hanya yang beprestasi, tidak adil. Karena cenderung yang mampu. Karena mampu beli buku. Bukan hanya prestasi ukurannya beasiswa, tapi jika mau, akan kita sekolahkan sampai lulus sekolah. Bagi yang putus sekolah juga akan kita kuatkan melalui BLK (balai latihan kerja),” tegas Mahyunadi.

Berikut ini implementasi program-program Mahyunadi-Kinsu yang wajib Anda ketahui:

 

Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional

Implementasi Program:

  1. Penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan
  2. Penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara
  3. Elektrifikasi listrik di semua desa
  4. Sambungan instalasi PDAM di semua desa

 

Menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan UMKM, koperasi, agribisnis dan agroindustri

Implementasi Program:

  1. Kemudahan kredit modal usaha UMKM, dan pengembangan koperasi.
  2. Bantuan saprodi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan
  3. Peningkatan nilai tambah hasil produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  4. Penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri (pertambangan, migas, CPO dan turunannya)
  5. Pengembangan pariwisata dan budaya lokal
  6. Mengembangkan program desa mandiri dan sejahtera

 

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja
  2. Pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita
  3. Peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah

 

Mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 50-100 juta per RT/tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT
  2. Penataan peruntukan lahan per kecamatan
  3. Pembinaan lembaga adat, ormas, OKP, olahraga, seni dan budaya
  4. Menumbuhkembangkan budaya gotong-royong dalam masyarakat

 

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik

Implementasi Program:

  1. Penerapan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan
  2. Peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesejahteraan ASN
  3. Peningkatan kesejahteraan tenaga honorer melalui pengupahan UMK
  4. Mendorong percepatan penyelesaian pembangunan proyek strategis nasional di Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

 

Dengan dukungan dari koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN), semakin memudahkan Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim. Apalagi total dukungan mencapai 23 kursi.

Di samping itu, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim berada dalam gerbong Mahyunadi-Kinsu. Ini semakin mempermudah lobi-lobi pasangan ini ke pusat untuk menuntaskan berbagai proyek strategis nasional yang ada di Kutim. Di tingkat provinsi, partai pengusung Mahyunadi-Kinsu adalah yang terbesar. Bahkan, Gubernur Kaltim Isran Noor adalah ketua Partai Nasdem Kaltim, partai yang mengusung pasangan ini.

Belum lagi dukungan dari partai pendukung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sekadar diketahui, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi adalah ketua Gelora Kaltim.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.