Legislator Ini Tak Setuju Batam Dikarantina Wilayah

Sebut Pemerintah Belum Siap, Butuh Persiapan Serius

INTREN.ID, BATAM – Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardianto tidak setuju atas wacana Pemerintah Kota Batam yang akan melakukan karantina wilayah. Menurutnya, tindakan seserius seperti itu harus diimbangi dengan persiapan yang tak kalah serius dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Dari penilaiannya, hingga saat ini, pemerintah Kota Batam belum siap untuk melakukan karantina wilayah. Sebagaimana yang diwacanakan Wali Kota Batam, M Rudi.

“Karantina wilayah tidak semata-mata hanya mempersiapkan sembako, tetapi hingga saat ini pemerintah hanya terfokus mempersiapkan persediaan sembako yang akan dibagikan ke masyarakat kurang mampu,” kata Budi.

Menurut dia, jika berbicara mengenai karantina wilayah, pemerintah harus memikirkan seluruh penduduknya. Karena pada saat proses tersebut berlangsung seluruh kegiatan masyarakat harus benar-benar terhenti.

“Jika hal itu benar-benar terjadi, maka tidak akan ada perputaran ekonomi, maka setelah karantina wilayah berakhir, apakah pemerintah telah memikirkan dampaknya?” tanya Budi.

“Harus diperhitungkan secara benar jika perekonomian berhenti total dalam waktu satu hari saja, apalagi hingga satu atau dua minggu seperti yang direncanakan pemerintah untuk melakukan karantina wilayah. Itu juga menjadi pertimbangan pusat yang hingga saat ini tidak melakukan Lockdown,” katanya lagi.

Lebjh lanjuy Budi menyebut, pemerintah tidak bisa hanya memikirkan situasi saat ini. Namun juga harus memikirkan efek dari kebijakan yang akan dilakukan untuk jangka panjang.

- ADVERTISEMENT -

“Jika tidak dipikirkan dengan baik, bisa-bisa Kota Batam ini akan ‘tidak ada’, seperti halnya India,” katanya.

Budi menilai, bahwa apa yang telah diterapkan oleh pemerintah sebenarnya telah bagus. Seperti social distancing dan phsyical distancing. Hanya saja tidak dilaksanakan dengan baik.

“Jika hal itu (social distancing dan phsyical distancing) dilakukan secara Komitmen dan serentak, selesai sebenarnya permasalahan ini,” tegasnya.

Kata Budi, antara lockdown dan karantina wilayah sejatinya tidak memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaan. Hanya saja cakupannya yang dikurangi.

“Jika melihat pada Undang-undang karantina, pada saat adanya lockdown atau karantina wilayah harusnya tidak ada aktivitas sama sekali,” tegasnya.

Sementara itu dari keputusan wali kota Batam yang akan melakukan karantina wilayah dalam waktu dekat ini, masih ada aktivitas di toko, perusahaan atau lalu lintas yang berjalan. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.