Ledakan Dahsyat Hancurkan Ibu Kota Lebanon, Puluhan Warga Dilaporkan Tewas

INTREN.ID – Dua ledakan besar disertai gelombang kejut (shock wave) terjadi di ibu kota Lebanon, Beirut, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Sebanyak 78 orang dilaporkan kehilangan nyawanya sementara ribuan lainnya terluka dalam ledakan yang diketahui berpusat di kawasan pelabuhan tersebut.

Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah lantaran masih banyak yang terkepung dalam reruntuhan bangunan.

Seluruh ibu kota terguncang ledakan yang berlokasi di kawasan pelabuhan itu, menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat. Tampak kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit setelah usai terjadinya ledakan kedua hingga kemudian terjadi gelombang kejut serupa tornado yang menyapu Beirut.

Video yang viral beredar menunjukkan detik-detik gelombang kejut meratakan bangunan di sekitar kawasan ledakan. Ledakannya yang begitu dahsyat diikuti asap besar terlihat menyerupai bom atom.

Dahsyatnya ledakan itu bahkan bisa terdengar hingga ke negara tetangga, seperti Siprus yang berlokasi 240 kilometer dari Beirut. Kesaksian warga setempat menyatakan terjadi kekacauan di lokasi ledakan. Dengan mayat-mayat bergelimpangan diikuti ambulans yang berdatangan untuk evakuasi.

“Seperti bom atom,” kata Makrouhie Yerganian, pensiunan guru berumur 70-an yang telah tinggal bertahun-tahun di dekat pelabuhan. Yerganian mengatakan insiden seperti itu belum pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan ketika Lebanon diguncang perang saudara pada 1975-1990.

Seluruh bangunan di sekitar tempat tinggalnya, urai Yerganian, langsung runtuh. Pamannya yang berusia 91 tahun meninggal di tempat lantaran mengalami luka-luka. Rumah sakit yang sebelumnya kewalahan menangani pasien virus corona dikabarkan tak mampu berkutik dengan masuknya para korban luka. Dengan Palang Merah Lebanon menyerukan donasi darah bagi para korban luka.

Korban ledakan Beirut berjalan mencari pertolongan. (ist)

 

Laporan sementara, sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian diduga menjadi penyebab insiden. Perdana Menteri Hassan Diab menerangkan, pupuk tersebut telah disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut.

Diab memastikan pihaknya segera mengadakan penyelidikan demi mengetahui siapa yang bertanggung jawab. “Apa yang terjadi hari ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka yang bertanggung jawab akan menerima akibatnya,” ungkapnya.

Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim sempat menyebut bila pihaknya mengamankan material berdaya ledak tinggi beberapa tahun sebelumnya. Material itu disimpan dalam gudang yang jaraknya terbilang dekat dari kawasan distrik hiburan malam dan pusat perbelanjaan. (***)

Editor: Lukman Maulana

 

https://youtu.be/S9tfGvfWmLA

Get real time updates directly on you device, subscribe now.