Langgar PSBB di DKI Jakarta, Puluhan Perusahaan Ditutup

Hasil Sidak Pemprov, Bukan Termasuk yang Dikecualikan

INTREN.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan tindakan tegas kepada perusahaan yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tak tanggung-tanggung, sanksi penutupan diterapkan kepada perusahaan-perusahaan yang melanggar.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta mengungkap, ada 23 perusahaan ditutup sementara karena tidak mematuhi aturan PSBB untuk menanggulangi pandemi virus corona baru (Covid-19). Penutupan dilakukan setelah inspeksi mendadak (sidak) PSBB di tempat kerja hingga Kamis (16/4/2020).

Ke-23 perusahaan itu tersebar di empat wilayah. Meliputi tujuh perusahaan di Jakarta Pusat, 11 perusahaan di Jakarta Barat, empat perusahaan di Jakarta Utara, dan satu perusahaan Jakarta Selatan.

“Perusahaan yang ditutup itu di luar sektor yang dikecualikan selama PSBB sehingga dinilai melanggar aturan. Sebanyak 23 perusahaan atau tempat kerja itu tidak termasuk di dalamnya,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansah.

Penutupan sementara itu dilakukan karena berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10, hanya ada 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB. Perusahaan ditutup sementara hingga masa PSBB berakhir.

Selain perusahaan yang ditutup dan tersebar di empat wilayah. Ada 126 perusahaan yang diberi peringatan. Namun dinas belum bisa menjabarkan pada publik jenis perusahaan yang diberi peringatan hingga ditutup tersebut.

Untuk itu pemprov mengimbau seluruh perusahaan yang tidak diizinkan buka saat masa PSBB untuk mematuhi aturan dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020. Sebab kini tingkat penyebaran Covid-19 sudah amat mengkhawatirkan.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta mencatat masih ada 200 perusahaan yang tetap beroperasi. Perusahaan-perusahaan itu tetap beroperasi setelah memperoleh izin dari Kementerian Perindustrian. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.