Kritik Peradilan Kasus Novel Baswedan, Komika Bintang Emon Difitnah Pakai Narkoba

INTREN.ID, JAKARTA – Komedian tunggal (komika) Bintang Emon belakangan menjadi sorotan. Lantaran video sindirannya terkait tuntutan jaksa dalam kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dalam videonya yang diunggah pekan lalu di akun instagramnya @bintangemon, Bintang memaparkan kejanggalan tuntutan tersebut. Video itu kemudian viral dan mendapat tanggapan positif dari warganet yang turut mempertanyakan penanganan kasus Novel Baswedan. Pasalnya tuntutan satu tahun hukuman dianggap tidak wajar, ditambah alasan ketidaksengajaan dari dua pelakunya.

“Katanya gak sengaja tapi kok bisa sih kena muka. Kan kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan gak mungkin meleset ke muka. Kecuali Pak Novel Baswedan jalannya handstand,” ujar Bintang membuka video kritiknya.

Namun rupanya bukan hanya apresiasi yang didapat Bintang atas keberaniannya mengritik sistem peradilan Indonesia. Melainkan juga fitnah yang diduga dilakukan akun bot atau buzzer di linimasa Twitter. Dalam cuitan beberapa akun tidak bertanggung jawab itu, Bintang difitnah memakai narkoba.

Mendapati fitnah tersebut, akun-akun sahabat Bintang langsung melakukan pembelaan. Beberapa di antaranya menyatakan Bintang Emon tidak mungkin mengonsumsi narkoba. Hal tersebut merupakan fitnah lantaran sikap kritis yang ditunjukkan Bintang. Jangankan narkoba, ditawari merokok saja Bintang tak mau, klaim salah satu akun pembela Bintang.

- ADVERTISEMENT -

Fitnah itu sempat membuat Bintang mengunci sementara akunnya. Namun dia kembali muncul dengan mengunggah foto surat keterangan tes narkoba dengan hasil negatif, Senin (15/6/2020) malam.

“Kalau nanti masih ada berita ditangkap karena narkoboy, lucu juga nih. Bintangemon negatif narkoba, positif kentang mustofa,” tulis caption foto Bintang Emon tersebut.

Serangan terhadap Bintang rupanya Bukan hanya fitnah narkoba. Dia juga dilaporkan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Charlie Wijaya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Dia melaporkan Bintang karena menurutnya hakim telah bersikap proporsional dalam memutuskan dakwaan kepada kedua pelaku peneror Novel Baswedan. Meski begitu unggahannya tersebut sudah dihapus walaupun sempat disimpan tangkapan layarnya oleh warganet. (***)

Editor: Lukman Maulana

 

https://www.youtube.com/watch?v=6w-rJIpMrR0&list=PL3EEz3PC9eUdmAGVf6j56LTcRVfbci2pM

Get real time updates directly on you device, subscribe now.