KPU RI Rencanakan Ubah Tahapan Pilkada Menjadi Digital

Bila Terpaksa Digelar di Tengah Pandemi Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tengah pandemi virus coorona baru (Covid-19) tengah menjadi fokus Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. KPU mengklaim telah menyusun mekanisme Pilkada serentak jika terpaksa digelar di tengah pandemi corona.

“KPU sebetulnya sudah merancang beberapa hal, misalnya pemutakhiran data pemilih. Apakah memungkinkan UU yang mengatur tentang pasal pemutakhiran data pemilih, verifikasi dukungan calon, itu semua diubah menjadi digital,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman, Ahad (19/4/2020).

Menurut Arief, mekanisme kampanye akan disesuaikan menjadi “digital campaign”. Sehingga tidak perlu lagi ada kampanye yang melibatkan pertemuan banyak orang. Hal tersebut sudah disiapkan, termasuk bagaimana nanti pemungutan dan penghitungan suaranya.

Dijelaskan, pada tempat pemungutan suara (TPS) bakal diatur mengenai jarak antarbilik secara terukur. Sehingga tidak lagi saling berhimpitan. Kemudian jumlah pemilih di TPS kemungkinan juga akan dikurangi.

“Karena kalau mengikuti jumlah yang ada sekarang bisa sampai 800 orang. Banyak sekali orang dalam TPS,” urai Arief.

Meski begitu, setiap kebijakan yang akan diubah dan disesuaikan untuk membuat pilkada tetap terjaga kualitasnya memiliki konsekuensi-konsekuensi. Mulai dari aspek anggaran hingga perubahan peraturan.

“Dan perubahan peraturan itu juga butuh waktu, harus dibahas dan dikonsultasikan dengan pemerintah dan DPR,” bebernya.

Arief mengingatkan, dalam kurun pertengahan Mei hingga Juni 2020 pada jadwal kerja DPR RI merupakan masa reses. Sehingga kemungkinan akan kerepotan jika harus mengejar penyelenggaraan pilkada pada Desember mendatang.

Mengenai penentuan tanggal 9 Desember 2020, sudah berdasarkan memiliki tolok ukur sebagai salah satu konsideran. Yakni penetapan masa darurat bencana nasional sampai 29 Mei 2020 seiring dengan pandemi Corona.

Arief mengakui, ada kemungkinan masa tanggap darurat diperpanjang. Sehingga akan memengaruhi apa yang sudah disepakati termasuk pilkada serentak pada 9 Desember 2020. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.