Kota Balikpapan Ditambang Secara Ilegal, Ribuan Metrik Ton Batu Bara Dikeruk dalam Sebulan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan yang dikenal “mengharamkan” tambang batu bara, akhirnya ditambang juga. Lokasinya di kilometer 25, RT 45 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Sekira 1 kilometer dari gapura perbatasan Kota Balikpapan-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Selasa (16/11/2021) pagi, lokasi itu digerebek Pemerintah Kota Balikpapan bersama TNI dan Polri. Seluruh aktivitas alat berat dihentikan paksa. Petugas pun mengamankan lima pekerja dan dua unit ekskavator yang tengah beroperasi mengeruk emas hitam.

Diperkirakan, luas area yang ditambang mencapai 1 hektare. Parahnya lagi, lokasi tambang batu bara ilegal itu masuk dalam kawasan buffer zone atau penyangga Hutan Lindung Sungai Manggar.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengecam keras praktik tambang ilegal tersebut. Bahkan dia mendesak aparat penegak hukum menindak sesuai aturan hukum. “Kami serahkan ke aparat, nanti pasti akan ditindak sesuai aturan. Soalnya kan, tambang memang selama ini dilarang di Balikpapan,” tegas Rahmad.

Dia tidak memungkiri adanya oknum yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut. Di mana, Kota Balikpapan tetap berpegang pada komitmen tolak tambang batu bara. “Kami kan sudah komitmen menolak tambang batu bara, pasti ini akan kita jaga,” paparnya.

Dia juga meminta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk melakukan pengawasan di wilayah  perbatasan Kota Balikpapan, khususnya yang berbatasan dengan Kabupaten Kukar. “Iya nanti akan saya minta SKPD terkait untuk memantau daerah perbatasan, karena memang cukup rawan pertambangan,” katanya.

Kepala Satpol Polisi Pamong Praja (PP), Zulkifli mengatakan, informasi terkait tambang ilegal itu diterima Wali Kota Balikpapan dari Babinsa TNI pada 13 November. “Kami diperintahkan menindak. Kami mengajak TNI-Polri juga untuk pengamanan datang ke lokasi,” katanya.

Aktivitas pertambangan dilarang di Kota Balikpapan. Kebijakan itu diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penetapan Kota Balikpapan sebagai Kawasan Bebas tambang Batu Bara. Dari kebijakan tata ruang juga tidak ada aturan yang membolehkan pertambangan batu bara.

Dia juga memastikan bahwa wilayah yang digali itu berada di Kota Balikpapan. Pasalnya, pihaknya juga mengajak Lurah Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kukar untuk memastikan batas wilayah.

“Keberadaan tambang tersebut dipastikan tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Balikpapan. Soal wilayah juga sudah dipastikan ini masuk wilayah Kota Balikpapan,” tegasnya.

Setelah ditelusuri, tambang ilegal tersebut berada di bawah bendera CV Jaya Mahakam. Alamat kantornya di kawasan Somber, Kecamatan Balikpapan Utara. “Kami baru kerja di sini. Kalau tidak salah, atkvitasnya sudah satu bulanan. Belum ada batu bara yang diangkut keluar. Yang punya (tambang, Red.) Pak Zakari, orang Sulawesi,” kata Anto, yang mengaku sebagai pengawas di pertambangan itu.

Dia menambahkan, luas lokasi tambang sekira 1 hektare. Meskipun belum sempat mengeluarkan batu bara, namun emas hitam yang sudah dikeruk mencapai 1.000 metrik ton. “Luas 1 hektare. Batu bara yang ada ini sekitar 1.000 metrik ton. Tapi belum sempat diangkut keluar,” tambah Anto, lagi.

Kembali ke Zulkifli, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan bahwa saat ini baru satu temuan tambang ilegal. Kendati demikian, pihaknya akan terus memantau dan menerima laporan dari masyarakat, jika ada aktivitas ilegal sejenis lainnya. “Aktivitasnya sudah kami hentikan. Pengawasan akan terus ditingkatkan,” kata Zulkifli. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.