Kosmetik Ilegal Beredar di Kaltim, Pelakunya Ditangkap di Samarinda, Safaruddin Minta Masyarakat Lebih Waspada

INTREN.ID, SAMARINDA – Polresta Samarinda menangkap pembuat kosmetik ilegal dengan merek HB Racik Inces. Tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), alat kecantikan berjenis krim pemutih itu belum sesuai standar kesehatan. Bahkan beberapa konsumen mengalami iritasi.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin meminta agar masyarakat lebih waspada dalam memilih kosmetik. Harus dipastikan dulu apakah sudah berizin atau tidak. Jangan sampai terpengaruh oleh harga murah, namun justru membahayakan kesehatan.

“Akhir-akhir ini memang banyak produk kecantikan yang dipasarkan melalui platform media sosial. Saya meminta masyarakat waspada sebelum membeli. Pastikan dulu perizinannya, apakah sesuai standar kesehatan atau belum,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu juga tak menyangka jika kosmetik itu tersebar di beberapa kabupaten/kota di Benua Etam. Oleh karenanya, dia meminta agar pihak-pihak terkait segera menyampaikan kepada masyarakat untuk menghentikan pemakaian kosmetik itu. Sehingga tidak ada yang menjadi korban.

“Penegakan hukum tetap harus dijalankan. Namun upaya sosialisasi terkait penghentian penggunaan kosmetik ilegal itu harus dilakukan secara intensif. Apalagi sudah tersebar di hampir semua Kaltim,” imbuh Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Sebagai informasi, polisi menggerebek rumah yang dijadikan pabrik kosmetik ilegal di Sempaja. Di rumahnya, pelaku adalah orang yang membuat kosmetik tersebut dan menjualnya melalui media sosial dan reseller. Modusnya yang bersangkutan membuat suatu produk kecantikan dengan cara meracik beberapa bahan yang dibeli kemudian diberi merek dan diperjualbelikan.

Pengungkapan kosmetik ilegal ini berawal dari laporan masyarakat. Beberapa konsumen kosmetik tersebut mengalami iritasi kulit. Mereka kemudian melaporkan kosmetik tersebut ke polisi. Dari hasil pengembangan ada di beberapa titik yaitu di Tengarong, Samarinda, Bontang, Balikpapan, Sanga-Sanga, bahkan sampai ke Sulawesi. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.