Korban PHK Akibat Corona Bakal Dapat Kartu Prakerja

Menaker Minta Pemerintah Daerah Segera Lakukan Pendataan

INTREN.ID, JAKARTA – Warga yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran wabah virus corona baru (Covid-19) bakal mendapatkan Kartu Prakerja. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Dalam hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meminta seluruh kepala Dinas Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia untuk mendata pekerja yang layak mendapat Kartu Prakerja. Khususnya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan lantaran Covid-19.

“Kami harap para Kadisnaker segera mengumpulkan dan melaporkan data pekerja ter-PHK dan dirumahkan. Baik pekerja formal dan informal serta UMKM terdampak Covid-19 untuk mendapatkan Kartu Prakerja,” kata Ida, Rabu (1/4/2020).

Dalam rapat koordinasi tentang Kartu Prakerja via teleconference itu, Menaker meminta para kadisnaker untuk melaporkan data lengkap. Data tersebut segera dilakukan pada pekan ini agar proses pelatihan berbasis program itu bisa segera dimulai.

Ida menyatakan pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin agar semakin cepat pula Kartu Prakerja diluncurkan untuk karyawan korban PHK dan dirumahkan. Sehingga mereka bisa memperoleh akses layanan pelatihan secara daring.

Para peserta yang didaftarkan juga harus memenuhi syarat yang ada. Di antaranya berusia di atas 18 tahun dan terbukti menjadi korban PHK atau dirumahkan oleh perusahaan.

“Jika tak memenuhi syarat akan langsung didiskualifikasi. Misalnya peserta di bawah 18 tahun atau sedang sekolah atau peserta sudah memperoleh bantuan program PHK,” beber Ida.

Diketahui, Kartu Prakerja mengalami perubahan skema untuk merespons dampak Covid-19 kepada angkatan kerja Indonesia. Awalnya program tersebut ditujukan untuk pencari kerja mendapatkan layanan pelatihan vokasi baik skilling atau re-skilling.

Tetapi sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akhirnya mengubah kebijakan dan menggunakan Kartu Prakerja untuk mewadahi para karyawan yang terkena PHK atau dirumahkan. Para pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan pengusaha mikro yang kehilangan omset sebagai akibat Covid-19.

Penerima program itu, terang Ida, dapat mengikuti pelatihan yang disyaratkan industri yang ada dalam layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker). Dengan pilihan jenis pelatihan dan lembaga pelatihan, baik Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah maupun LPK swasta.

Pelatihan tersebut akan diselenggarakan secara online dan offline dan peserta program nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga yang diikutinya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.