Korban Berjatuhan, Virus Corona Ditetapkan sebagai Darurat Global

INTREN.ID, WUHAN – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan situasi darurat global terkait virus corona mematikan yang menyebar dari Tiongkok. Pengumuman ini diambil setelah Tiongkok melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari.

Dilansir AFP dan AP, WHO merevisi penilaian risiko mereka terhadap virus corona. Virus corona kini telah membunuh 259 orang, dengan korban terbesar di Tiongkok sebanyak 171 orang.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah,” kata petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan di Jenewa.

“Kita semua harus bertindak bersama-sama untuk membatasi penyebaran. Kita hanya bisa menghentikannya bersama-sama,” dia menambahkan.

Meski demikian Tedros menyebut tak perlu ada pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan Tiongkok dalam upaya membendung penyebaran virus. Virus corona diketahui sudah menyebar di 21 negara di seluruh dunia.

Tedros menyebut alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di Tiongkok. Ini karena virus corona menyebar hingga ke puluhan negara.

“Alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di Tiongkok, tetapi karena keadaan di negara-negara lain,” sebut Tedros.

- ADVERTISEMENT -

“Deklarasi ini bukanlah mosi tidak percaya di Tiongkok. Sebaliknya, WHO terus memiliki kepercayaan akan kapasitas Tiongkok untuk mengontrol wabah,” kata Tedros.

Banyak negara yang telah memperingatkan warga negara mereka untuk tidak mengunjungi Tiongkok, sebagian telah melarang wisatawan dari Wuhan, Tiongkok, di mana virus itu pertama kali muncul.

Amerika Serikat melaporkan kasus pertama seseorang yang tertular virus corona. Seorang pria di Chicago tertular penyakit dari istrinya yang telah berpergian ke Wuhan.

Maskapai mulai membatalkan penerbangan yang melayani Tiongkok sejak Rabu.

Israel melarang semua penerbangan dari Tiongkok. Sementara itu Rusia mengatakan akan menutup perbatasan langsung dengan Tiongkok.

Selain itu, lebih dari 6 ribu wisatawan untuk sementara ditahan di atas kapal pesiar di pelabuhan Italia setelah dua penumpang Tiongkok diisolasi karena khawatir mereka mungkin membawa virus. Hasil tes permulaan menunjukkan dua orang tersebut negatif.

Virus tersebut juga menginfeksi hampir 12 ribu orang. Jumlah tersebut melampaui orang yang terinfeksi SARS yang merebak pada 2002-2003, yakni sekitar 8.098 orang. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.