Kontraksi Ekonomi Guncang Kaltim, APBD 2021 Diperkirakan Hanya Rp 9 Triliun

INTREN.ID, SAMARINDA – Pandemi Covid-19 belum reda. Seluruh dunia terdampak. Ekonomi belum juga pulih. Hampir seluruh negara mengalami resesi ekonomi. Termasuk di Indonesia.

Virus beralias corona itu juga mengguncang Kalimantan Timur (Kaltim). Bumi Mulawarman mengalami kontraksi ekonomi yang berimbas pada turunnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Diperkirakan APBD Kaltim 2021 hanya sekitar Rp 9 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi 2020 yang mencapai Rp 11 triliun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Muhammad Aswin mengungkapkan, salah satu musabab turunnya APBD Kaltim tahun 2021 adalah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.

“Terjadi kontraksi sampai 5,4 persen. Akibatnya apa? Sektor perkebunan jatuh. Karena sebagian besar hasil kita dari sumber daya alam yang bisa diperbaharui, yakni sawit,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, harga sawit dunia anjlok saat pandemi Covid-19. “Kita ekspor, tidak ada negara yang mau menerima (sawit). Karena mereka juga kena masalah,” katanya.

Sektor lainnya, ungkap Aswin, adalah pertambangan. Menurutnya,, batu bara masih menjadi komoditas andalan dalam meraup pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).

“Batu bara sekarang juga lagi turun harganya. Kemudian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan itu juga banyak yang setop,” bebernya.

Aswin menambahkan, kilang minyak Balikpapan juga sedang mengalami perbaikan. Akibatnya, banyak karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sektor induk Pertamina.

“Itulah penyebabnya sehingga hasil kita akan turun,” ucapnya.

Kendati demikian, Aswin memastikan bahwa sumber PAD Kaltim saat ini diperoleh dari beberapa sektor penting. Di antaranya sektor kesehatan dan industri digital.

Disinggung soal pemanfaatan APBD 2021 yang di prediksi akan masih terpengaruh oleh anggaran Covid-19, pihaknya menunggu arahan pusat.

“Yang bisa mengubah anggaran daerah itu pemerintah pusat. Saat ini kami belum menerima instruksi,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.