Klarifikasi Covid-19, Pemkot Samarinda Sebut 8 Orang dalam Pantauan

INTREN.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan, belum ada warganya yang positif mengidap virus Corona (Covid-19). Pun demikian, belum ada pasien yang sampai diisolasi karenanya.

“Semua masih dalam kategori orang dalam pantauan. Jadi bukan diisolasi apalagi sampai positif,” ucap Ismet Kosasi selaku Plt Kepala Dinkes Samarinda, Ismet Kosasi dalam jumpa pers, Jumat (13/3/2020).

Ismet menyebut sejauh ini baru ada delapan orang dalam pemantauan (ODP) yang dipantau oleh Dinkes. Agar tidak salah persepsi, Ismet menjelaskan bahwa ODP adalah warga yang dalam pantauan Tim Dinas Kesehatan, bukan dirawat apalagi diisolasi.

Menambahkan Ismet, Osa Rafshodia selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Samarinda menyebut per 13 Maret, laporan yang masuk ke Dinkes dan telah ditindaklanjuti sebanyak 30 laporan.

“Pintu laporan ini dari beberapa pintu masuk, mulai dari 112, dokter praktik, puskesmas hingga rumah sakit, di mana warga yang melapor. Waktu respon dari laporan ini rata-rata 20 menit. Ketika ada laporan langsung tim mendatangi yang bersangkutan,” kata Osa.

Untuk update hingga 13 Maret, ODP menurut Osa sebanyak 8 orang yang terdiri dari 3 laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 15 orang. “Sampai saat ini tidak ada pasien dalam pengawasan (PDP). Semua hasil laboratorium negatif. Tidak ada pasien di isolasi di rumah sakit,” tegas Osa.

- ADVERTISEMENT -

Adapun umur ODP terdiri dari di bawah 15 tahun ada 4 orang, 15-45 tahun sebanyak 3 orang, lebih 45 tahun 1 orang. ODP itu sebanyak 7 orang dan berada di Samarinda Utara dan 1 orang di Samarinda Kota. Ketika ditanya tentang sebab ODP, Osa menerangkan bahwa terdefinisi dalam edaran Kementerian Kesehatan adalah orang yang pernah atau pulang berpergian dari luar negeri.

“Apakah dia terkena gejala atau tidak, itu dipantau tanpa memandang status kesehatan. Jadi mereka ini baru pulang dari luar negeri. Perlu diketahui tidak ada orang yang kontak dengan mereka yang terkena corona, karena mereka yang positif di Jakarta sudah diisolasi,” urai Osa.

Dia kembali menegaskan, 8 ODP ini tidak memiliki gejala Covid-19. Mereka hanya melaporkan diri baru pulang bepergian dari luar negeri dalam waktu 14 hari terakhir. Kesemuanya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan tidak ada warga negara asing (WNA). Sehingga status mereka orang dalam pantauan, bukan PDP apalagi sampai positif.

“Jadi berbeda dengan orang atau pasien dalam pengawasan, di mana sudah memiliki gejala, ada hasil rontgen dan diisolasi di rumah sakit. Jadi kami mohon masyarakat bisa membedakan, sehingga tidak menimbulkan keresahan. Tetap waspada dan jalankan pola hidup sehat,” tandas Osa. (***)

Penulis: Bambang

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.