Klaim Sudah Berikan Banyak Insentif untuk Otomotif, Menkeu Tolak Pajak Nol Persen Kendaraan Baru

INTREN.ID, JAKARTA – Pupus sudah harapan pelaku industri otomotif untuk mendapatkan relaksasi pajak. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menolak permintaan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya mengajukan wacana pajak nol persen.

“Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian,” ujar Ani–sapaan Sri Mulyani.

Dia menjelaskan, sebelum ada permohonan relaksasi pajak, pihaknya telah memberikan dukungan kepada industri melalui beberapa insentif. Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai insentif yang telah diberikan ke berbagai sektor agar tetap  menjunjung prinsip keadilan.

“Setiap insentif yang kita berikan akan kita evaluasi lengkap, sehingga jangan sampai kita berikan insentif, di satu sisi berikan negatif ke kegiatan ekonomi yang lain,” tegas Ani.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Sekjen Gaikindo), Kukuh Kumara mengatakan, wacana pajak nol persen telah membuat calon konsumen menunda untuk melakukan pembelian mobil.

“Kalau pajak nol persen mungkin agak berat. Namun relaksasi dalam bentuk apapun sekarang ini akan sangat membantu,” katanya.

Baca juga: Soal Wacana Pajak Nol Persen untuk Kendaraan Baru, Industri Otomotif Diprediksi Cepat Pulih

Sebelumnya, industri otomotif digadang-gadang mampu pulih lebih cepat di tengah pandemi Covid-19. Keberadaan Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar dan kemampuan dalam memproduksi jadi musbabnya.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita berharap, otomotif memberi kontribusi dalam memulihkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, berbagai kebijakan dirancang untuk menggairahkan kembali industri otomotif.

“Potensi pengembangan industri otomotif sangat besar. Indonesia adalah pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN. Dari sekitar sembilan negara, kontribusi Indonesia mencapai 32 persen. Tahun lalu, lebih dari sejuta kendaraan terjual dan sekitar 300 ribu diekspor,” katanya.

Selain itu, lanjut Agus, otomotif adalah satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0. Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan roda empat mengalami peningkatan dari bulan ke bulan di tahun ini.

Di bulan September mencapai 48.554 unit. Baik penjualan dari pabrik ke diler (wholsales) maupun penjualan dari diler ke konsumen alias ritel. Jumlah itu mengalami pertumbuhan sekitar 30,3 persen dibandingkan penjualan pada Agustus 2020 sebanyak 37.277 unit.

Gaikindo mencatat, penjualan ritel menyentuh angka 43.363 unit. Ada selisih 5.192 unit dibanding wholesales. Kendati belum bisa mengejar pencapaian penjualan di bulan Januari, namun tren positif mulai tampak. Gaikindo pun optimistis penjualan mobil akan terus mengalami peningkatan.

“Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga pada tahun 2019, mencapai 7,29 juta unit. Sebanyak 810 ribu unitnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” paparnya.

Salah satu upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggairahkan industri otomotif adalah mengajukan wacana relaksasi pajak mobil baru kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Relaksasi itu berupa pajak nol persen untuk pembelian mobil baru. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.