KJP Plus dan KJMU Cair, Pemegang Kartu Diminta Patuhi PSBB

INTREN.ID, JAKARTA – Di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan untuk warga Jakarta pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Bantuan itu dapat diambil warga penerima manfaat dengan cara menarik secara tunai di ATM Bank DKI yang tersebar di DKI Jakarta dan sekitarnya. Meski begitu dalam proses pencairannya, pemegang kartu mesti patuh pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghindari penularan virus.

“Karena situasi masih rawan penyebaran Covid-19, kami meminta para nasabah yang ingin mencairkan dana KJP tetap menjaga jarak fisik minimal 1 meter, tidak berkerumun, dan wajib menggunakan masker tanpa terkecuali,” terang Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, Sabtu (16/5/2020).

Bila terjadi kerumunan di ATM, Herry meminta masyarakat pemegang KJP dan KJMU untuk menunda pengambilan uang. Khususnya bila tidak bisa menjaga jarak aman minimal 1 meter.

Warga penerima KJP Plus dan KJMU diingatkan tidak perlu menarik dananya secara bersamaan pada hari itu juga. Pasalnya dana yang menjadi hak pemegang kartu masih tetap aman tersimpan di Bank DKI.

“Jadi tidak harus terburu-buru dicairkan,” jelas Herry.

Pun demikian, dia turut menganjurkan para nasabah melakukan transaksi secara nontunai melalui JakOne Mobile. Pemegang KJP Plus dan KJMU yang sudah mengaitkan rekening KJPnya dengan JakOne Mobile dapat melakukan cek saldo tanpa harus ke ATM Bank DKI.

Penyaluran dana KJP Plus dan KJMU sendiri dilakukan secara bertahap. Pemegang KJP Plus untuk tingkatan SD/SDLB/MI dapat melakukan penarikan tunai mulai tanggal 15 Mei 2020. Sedangkan untuk SMP/SMPLB/MTs/PKBM mulai tanggal 18 Mei 2020 dan untuk SMA/SMALB/MA/SMK serta mahasiswa pemegang KJMU mulai tanggal 20 Mei 2020.

Di masa pandemi, pihak pemprov memberikan relaksasi penggunaan KJP Plus dan KJMU yang boleh menggunakan dananya guna kebutuhan pangan, kesehatan dan pendidikan. Pencairan dana rutin tetap dilakukan per bulan, namun untuk dana berkala dapat dicairkan per bulannya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.