Kisah Pasien 02 Batam yang Sembuh: Bosan karena Diisolasi 45 Hari

Dinas Kesehatan Sempat Khawatir Bakal Kabur

INTREN.ID, BATAM – Sebulan lebih MPS (32), pasien 02 virus corona baru (Covid-19) menjalani isolasi. Pada akhirnya setelah lewat 45 hari, pria asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) itu dinyatakan sembuh, Selasa (28/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi menerangkan, pasien tersebut sebelumnya melakukan perjalanan dari Paris, ke Singapura dan tiba di Batam pada 13 Maret 2020 lalu. Saat itu MPS mulai merasakan adanya gangguan pernapasan dan kondisi tubuh yang menurun.

“Akhirnya yang bersangkutan ditetapkan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan, Red.),” tutur Didi.

Kata dia, MPS juga pernah berobat ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam Center. Namun karena kondisinya yang tidak kunjung membaik, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

Pada 16 Maret 2020 lalu, MPS menjalani pemeriksaan swab pertama. Lantas pada 20 Maret 2020 didapat hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Yang bersangkutan kembali melakukan pemeriksaan swab kedua pada 23 Maret 2020. Hasil didapat pada 31 Maret 2020 masih menunjukkan positif,” sebut Didi.

Dalam masa itu, kondisi pasien tersebut dalam keadaan stabil dan semakin baik yang sebelumnya mengalami gangguan pernafasan. Kemudian pada 1 April 2020 dilakukan kembali pemeriksaan swab ketiga. Hasilnya diterima pada tanggal 10 April 2020 dengan kesimpulan masih dinyatakan positif.

“Pada hari yang sama kembali dilakukan pemeriksaan swab keempat, yang mana hasil diperoleh tanggal 13 April 2020, masih menunjukkan status positif,” terangnya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, yang bersangkutan juga menyampaikan rasa kebosanan. Bahkan pasien tersebut juga sempat mengalami kegelisahan saat menjalani karantina di ruang isolasi tersebut.

Rupanya hal itu sempat membuat Didi khawatir. Kemungkinan MPS kabur pun sempat muncul, sehingga penjagaan di kawasan RSBP Batam diperketat kala itu.

“Tiap orang memang berbeda. Ada yang proses penyembuhannya cepat dan ada yang lambat,” urai Didi.

Tak menyerah, tim medis terus melakukan pendekatan secara persuasif. Pada 14 April 2020 MPS kembali dites swab tenggorokan untuk kali kelima. Barulah pada 17 April 2020 diperoleh kesimpulan hasilnya negatif pertama.

“Untuk itu selanjutnya pada tanggal 20 April 2020 kembali dilakukan pengambilan swab yang keenam, dan pada Selasa diperoleh kembali hasil kesimpulannya adalah negatif yang kedua,” kata Didi.

Dengan demikian, MPS dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan dari RSBP pada Selasa siang sekira pukul 13.00 WIB. Dia dipulangkan bersama satu pasien sembuh lainnya yaitu pasien nomor 05.

“Meskipun demikian, yang bersangkutan harus melaksanakan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan,” ungkap Didi.

Sementara pasien nomor 05 yang merupakan warga Batam, diduga terpapar saat melakukan kunjungan ke Jakarta. Pasien tersebut mengunjungi kawasan Industri M2100 Tambun Cibitung.
“Yang bersangkutan kembali ke Batam pada tanggal 18 Maret 2020, sejak saat itu dirinya mulai mengeluhkan gangguan di pernafasan yang dialaminya,” sebut Didi.

Setelah ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di tempat biasa dirinya berobat 24 Maret 2020, pasien dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam Center. Sejak itu dirinya menjalani perawatan di IGD.

“Meski sempat diperbolehkan pulang, namun pada 28 Maret pasien dilarikan ke RSBP Batam dan langsung menjalani Rapid Test. Tetapi hasilnya non reaktif,” urainya.

Pemeriksaan swab tenggorokan dilakukan 30 Maret 2020. Kemudian pada tanggal 04 April 2020 hasil swabnya keluar dengan kesimpulan hasil positif dan dinyatakan sebagai kasus Covid-19
terkonfirmasi nomor 05 di Kota Batam.

Pada 7 April 2020 dilakukan pemeriksaan swab yang kedua beserta istri dan asisten rumah tangganya. Pada 9 April 2020 pasien kembali dirawat di ruang isolasi RSBP Batam guna penanganan medis lanjut walaupun tanpa keluhan yang berarti.

“Pada tanggal 15 April 2020 diperoleh hasil pemeriksaan swab kedua tersebut dengan kesimpulan semuanya negatif termasuk istri dan asisten rumah tangganya,” terang Didi.

Pada keesokan harinya tanggal 16 April 2020, kembali dilakukan pemeriksaan swab ketiga. Hasilnya baru diterima Selasa ini dengan kesimpulan negatif.

“Selama dalam masa perawatan diruang isolasi RSBP Batam, yang bersangkutan dalam kondisi kesehatan yang stabil tanpa adanya keluhan yang berarti,” tandas Didi. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.