Kilas Balik Melihat Kehadiran Daging Kurban di Kampung Prasejahtera Batam

INTREN.ID, BATAM – Permukiman warga yang padat dan kumuh menjadi pemandangan di Kampung Rantau, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di tempat itu pula pernah ada kasus gizi buruk yang menimpa salah satu warganya.

Kondisi sosial dan ekonomi yang berdampak pada kesehatan memang menjadi permasalahan di permukiman yang tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kota Batam ini.

Tokoh masyarakat Kampung Rantau Tarmizi mengungkapkan, warga di Kampung Rantau, mayoritas bekerja sebagai pengumpul sampah. Pendapatan mereka tak seberapa. Hal ini yang membuat warganya rentan dalam jerat kemiskinan.

“Masyarakat di sini memang kekeluargaannya cukup baik. Di hari-hari biasanya, mereka selalu menaruh perhatian kepada beberapa janda tua yang ada di Kampung Rantau ini,” ungkap Tarmizi.

Kabar tentang warga Kampung Rantau yang hidup dalam keadaan yang serba sulit ini sampai ke Global Qurban – ACT Kepri. Sehingga pada Iduladha tahun 2019 lalu mereka menyalurkan hewan kurban masyarakat ke Kampung Rantau.

Kepala Cabang Global Qurban – ACT Kepri Agus Suprianto mengatakan, hewan tersebut disembelih oleh warga sekitar secara gotong royong dan dinikmati oleh 300 keluarga di sana. Kebersamaan warga dalam menyelenggarakan penyembelihan hingga pendistribusian hewan kurban begitu tampak.

- ADVERTISEMENT -

Selain Kampung Rantau, Batam, pendistribusian hewan kurban juga menyasar Kabupaten Kepulauan Anambas. Wilayah kepulauan yang berada di tepian negeri ini mendapatkan daging kurban terbaik dari Global Qurban – ACT untuk warganya yang masih prasejahtera.

“Hewan kurban disalurkan melalui Global Qurban akan kami distribusikan ke warga yang memang membutuhkan,” kata Agus pada Agustus 2019 lalu.

Seperti di tahun sebelumnya, Kepri di tahun ini juga akan mendapatkan bagian daging kurban terbaik dari Global Qurban – ACT. Pasalnya kehadiran pandemi Covid-19 pada tahun ini banyak mengubah kehidupan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya sektor ekonomi.

Global Qurban – ACT sendiri akan mendistribusikan hewan kurbannya ke berbagai wilayah, khususnya yang menjadi episentrum sebaran virus. Tepian negeri, wilayah terdampak bencana, hingga wilayah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.

Selain dalam negeri, Global Qurban – ACT pun bakal mengirimkan hewan kurbannya untuk negara krisis sumber daya serta sedang dirundung konflik kemanusiaan seperti Yaman, Palestina, dan Suriah. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.