Ketulusan Hati Membawa Indrawati Terus Berjuang Cerdaskan Bangsa

INTREN.ID, BINTAN – Kebahagiaan saat mengajarkan huruf-huruf hijaiah membuat Indrawati selalu merasakan ketenangan. Senyum para santri menjadi tambahan energinya untuk mengajar.

Indrawati, adalah istri dari salah seorang petugas keamanan bank syariah yang mempunyai harapan agar tidak ada lagi yang buta huruf Al-Qur’an.

“Saya mengajar di TPA agar tidak ada lagi anak-anak yang buta huruf Al-Qur’an. Terutama bagi saya sendiri ilmunya jadi tidak mampat,” cerita Indrawati yang juga merupakan mantan santriwati, Jumat (3/7/2020) lalu.

Ketulusan hati Indrawati membuat para santri tampak akrab bercengkerama dengannya. Ia adalah seorang guru TPA Al Rozak, Kampung Kamboja Dalam, Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan.

Pengabdiannya diniatkan pada TPA yang didirikan orang tuanya ini. Semenjak tahun 2004, dia telah menjadi guru TPA dan melanjutkan apa yang telah orang tuanya mulai.

Dalam perjalanannya sebagai guru TPA, Indrawati tak pernah mematok biaya bulanan bagi para santri. Iuran cukup seikhlasnya saja, yang penting ilmu yang diberikan bisa bermanfaat dunia akhirat. “Iuran bulanan ada. Cukup seikhlasnya saja,” ungkapnya.

Konsekuensi dari keputusannya tersebut jelas, bahwa mesti ada biaya tambahan untuk biaya operasional. Namun, semangatnya tak luntur. Biaya operasional TPA Al Rozak meliputi biaya kontrakan juga listrik yang tiap bulan mencapai delapan ratus ribu rupiah. Dirinya harus menyambi berjualan es lilin.

“Operasionalnya bergantung dengan jumlah yang kita terima tiap bulan. Alhamdulillah saya (juga) bisa menambahkan dari hasil berjualan es lilin. Jadi upah pengajar dilihat (berasal) dari situ,” tambah Indrawati.

- ADVERTISEMENT -

Tidak ada duka saat menjadi seorang pengajar, selama ia bisa bermanfaat dan berkah dunia akhirat. Kesempatan menjadi pengajar Al-Qur’an ia manfaatkan juga untuk mempertajam ilmu yang ia miliki.

Melihat semangatnya untuk mencerdaskan bangsa, Global Zakat – ACT Kepulauan Riau memberikan apresiasi kepadanya melaui program Sahabat Guru Indonesia.

“Alhamdulillah bantuan dari ACT bisa saya manfaatkan. Saya juga turut berbagi dengan teman-teman yang juga tak jarang untuk membantu saya mengajar di TPA Al Rozak ini,” ungkap Indrawati bersyukur.

Khairul Hafiz dari Tim Program ACT Kepulauan Riau mengungkapkan, Indrawati merupakan salah seorang sosok yang patut dijadikan teladan. Sebab, di tengah usahanya untuk memenuhi operasional TPA, dia juga masih bisa berbagi untuk rekan seprofesinya.

“Luar biasa usaha Bu Indrawati dan kita berharap dapat menjadi inpirasi. Beliau bahkan masih mau berbagi di tengah usahanya memenuhi operasional TPA,” ungkap Khairul.

Program Sahabat Guru Indonesia terus rutin diberikan bagi para guru honorer maupun guru TPA yang dengan ikhlas berjuang untuk mencerdaskan bangsa ini. Sahabat Guru Indonesia hadir untuk terus memberikan semangat di tengah perjuangan mereka tersebut. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.