Ketua KONI Kutim Protes Terbitnya SK Karteker, Belum Terima Lampiran atau Tembusan, Siap Layangkan Keberatan ke KONI Kaltim

INTREN.ID, SANGATTA – Sengkarut olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencapai klimaksnya. Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) dikabarkan menerbitkan surat keputusan (SK) karteker Ketua KONI Kutim. Alasan mosi tidak percaya dari pengurus cabang olahraga (cabor) dianggap tidak relevan.

Ketua KONI Kutim, Heriansyah Masdar menegaskan, hingga saat ini dia maupun pengurus KONI Kutim belum mendapatkan tembusan ataupun lampiran terkait SK karteker yang kabarnya diserahkan Sekretaris KONI Kaltim, Akhmad Albert kepada beberapa orang di salah satu hotel di Sangatta Utara. Dengan demikian, dia mengklaim masih bertanggung jawab atas induk organisasi olahraga tersebut.

“Saya masih harus bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban sebagai Ketua KONI Kutim. Hal tersebut juga berlaku bagi semua pengurus yang hingga saat ini masih sah untuk terus melanjutkan kinerjanya. Hingga detik ini, saya belum menerima lampiran ataupun tembusan dari SK karteker itu,” katanya, Selasa (06/09/2022).

Heriansyah menegaskan, dirinya keberatan dengan keputusan yang menurutnya tidak objektif. Karena sebelumnya dia dan pengurus KONI Kutim telah bertemu dengan KONI Kaltim untuk memberikan penjelasan. Dalam pertemuan tersebut, KONI Kaltim juga menyampaikan data lengkap SK cabor yang bertanda tangan dalam mosi tersebut. Namun Heriansyah dan pengurus KONI Kutim lainnya memiliki kewenangan memverifikasi data tersebut, sebelum KONI Kaltim menyampaikan bahwa 52 cabor tersebut dinyatakan sah.

“Saat itu dinyatakan sah, maka sebagai pemilik kewenangan untuk verifikasi saya minta data tersebut untuk kami verifikasi keabsahannya. Namun sampai kami layangkan surat permohonan terkait salinan data itu, hingga saat ini belum ada respon dari KONI Kaltim,” ujarnya.

Hingga saat ini, sambung dia, hal tersebut masih menjadi ganjalan dan pertanyaan, mengingat sebelumnya KONI Kaltim melalui Ketua Bidang Organisasinya menyatakan bahwa SK 52 cabor tersebut sah. Namun yang berdangkutan tidak berani memberikan data tersebut. Dia pun menilai kemunculan karteker tersebut secara sepihak, terlebih dalam forum yang tidak dirinya ketahui.

“Intinya ketika SK karteker kami terima, maka kami juga layangkan surat keberatan ke KONI Kaltim,” ucapnya.

Bicara lebih detail terkait mosi tidak percaya yang dilaporkan, kata Heriansyah, diduga didasari atas dugaan adanya pelanggaran Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, tepatnya pada bagian kesebelas tentang rangkap jabatan yakni mengenai rangkap jabatan terkait dirinya sebagai Ketua KONI Kutim dan pelantikan dirinya beberapa waktu lalu menjadi anggota bidang audit internal KONI Kaltim. Padahal, baik secara tertulis dan lisan, dirinya telah menyatakan pengunduran diri ke Ketua KONI kaltim.

“Kalau itu dasarnya, maka saya rasa hal itu tak lagi relevan untuk memunculkan karteker. Dasar adanya mosi tidak percaya adalah karena adanya pelanggaran berat AD/ART. Alasan lain yang tertuang dalam mosi tidak percaya tentu tidak bisa dijadikan landasan terkait pelaksanaan mosi tersebut,” jelasnya.

Sementara, KONI Kaltim menunjuk Azhari Abubakar sebagai karteker Ketua KONI Kutim. “Setelah melalui pertimbangan dan rekomendasi bidang organisasi, Ketua KONI Kaltim, Bapak Rusdiansyah Aras telah menerbitkan SK Nomor 112 Tahun 2022 tertanggal 3 September tentang Pembekuan Kepengurusan KONI Kutim masa bakti 2019-2023 dan penunjukkan karteker pengurus KONI Kutim,” ungkap Albert dalam pertemuan di Hotel Royal Victory, Senin (5/9/2022).

Dalam SK tersebut disebutkan bahwa kepengurusan KONI Kutim masa bakti 2019-2023 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi dan surat keputusan ini pula berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sampai bulan Februari 2023.

“Sesuai AD/ART KONI serta ketentuan kewenangan KONI Kaltim, maka KONI Kaltim menunjuk karteker dalam mempersiapkan Porprov VII/2022 Kaltim di Kabupaten Berau,” jelas Albert.

Albert menjelaskan bahwa tugas pokok karteker yang pertama adalah menyiapkan dan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa untuk memilih kepengurusan KONI Kutim. Kedua, melakukan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan Porprov VII/2022 Kaltim. Dan ketiga, menjalankan roda organisasi KONI Kutim. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.